Kuba Menghadapi Tantangan Dunia: Antara Kepungan Amerika dan Pengabaian Sekutu

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 20 Juni 2026 | Kuba saat ini menghadapi tantangan besar dalam bentuk kebijakan blokade ekonomi yang diterapkan oleh Amerika Serikat. Blokade ini telah berlangsung selama lebih dari enam dekade dan merupakan salah satu contoh kebijakan yang paling lama dan paling ketat dalam sejarah dunia.

Menurut Josué Veloz Serrade, seorang penulis Kuba, blokade ini tidak hanya bertujuan untuk menghukum pemerintah Kuba, tetapi juga untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya implosi ekonomi dan sosial di Kuba. Veloz Serrade juga mengkritik apa yang dia sebut sebagai "multilateralisme hipokrit", di mana negara-negara besar seperti Rusia dan Cina hanya mengeluarkan pernyataan solidaritas, tetapi tidak mengambil tindakan konkrit untuk membantu Kuba.

Baca juga:

Veloz Serrade juga menyoroti bahwa pemerintah-pemerintah progresif di Amerika Latin, seperti Brasil dan Kolombia, tidak mau terlibat dalam konfrontasi dengan kebijakan Amerika Serikat. Hal ini, menurutnya, merupakan kesalahan strategis karena dengan membiarkan Kuba menghadapi blokade tanpa bantuan, mereka sebenarnya melemahkan semua kekuatan yang berjuang untuk kedaulatan negara-negara di Selatan dunia.

Veloz Serrade juga menolak mitos tentang swa-kesediaan, yang menyatakan bahwa sebuah negara harus dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dari luar. Menurutnya, tidak ada negara di dunia yang benar-benar swa-kesediaan, termasuk Amerika Serikat, Cina, atau Rusia. Oleh karena itu, menuntut Kuba untuk berkembang secara mandiri di tengah blokade adalah tuntutan yang tidak adil dan tidak realistis.

Baca juga:

Artikel ini juga membandingkan situasi Kuba dengan situasi Spanyol pada masa Perang Saudara Spanyol, di mana Republik Spanyol ditinggalkan oleh negara-negara Barat dan dibantu oleh Jerman dan Italia. Veloz Serrade juga mengutip contoh Vietnam dan Iran, yang menunjukkan bahwa sebuah negara dapat bertahan menghadapi agresi luar dengan dukungan internasional yang kuat.

Kuba, menurut Veloz Serrade, merupakan simbol politik yang penting karena menunjukkan bahwa sebuah negara dapat mempertahankan diri melawan kekuatan terkuat di dunia selama beberapa dekade dan tetap mempertahankan pencapaian sosial yang signifikan, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan.

Baca juga:

Dalam menghadapi tantangan ini, Kuba memerlukan solidaritas dan dukungan internasional yang nyata, bukan hanya pernyataan-pernyataan yang kosong. Veloz Serrade menekankan bahwa membiarkan Kuba jatuh ke tangan blokade Amerika Serikat akan memiliki konsekuensi geopolitik yang luas dan berdampak pada seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *