Harga BBM Subsidi Dipertahankan, Pemerintah Optimis Dengan Kebijakan Fiskal

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 05 Agustus 2026 | Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan dinaikkan. Hal ini dikarenakan pemerintah berkomitmen untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga minyak dunia. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajaran menteri, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, untuk mempertahankan harga BBM subsidi.

Menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, pemerintah juga mempertimbangkan penyesuaian harga BBM non-subsidi jika harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) turun. Namun, untuk BBM subsidi, pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaganya agar tidak naik. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keseimbangan ekonomi dan memastikan bahwa masyarakat tidak terlalu terdampak oleh fluktuasi harga minyak dunia.

Baca juga:

Pemerintah juga menyatakan bahwa kebijakan fiskal dan moneter domestik tetap berjalan solid, meskipun dihadapkan pada tekanan geopolitik global dan sentimen negatif indeks MSCI. Indonesia berhasil mengamankan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen secara tahunan, melampaui ekspektasi pesimistis para analis. Pemerintah optimistis bahwa akselerasi ekonomi pada paruh kedua tahun ini dapat didorong hingga mendekati level 6 persen.

Sementara itu, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green, dan Pertamax telah mengalami penyesuaian harga. Perubahan harga ini dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta pergerakan nilai tukar rupiah. Masyarakat diharapkan dapat memastikan informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina atau aplikasi MyPertamina sebelum melakukan pengisian bahan bakar.

Dalam beberapa minggu terakhir, harga minyak mentah dunia telah mengalami penurunan. Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, turun menjadi sekitar USD83,40 dolar per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi acuan AS, turun enam persen menjadi USD79,60 dolar per barel.

Baca juga:

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan membuat keputusan yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi. Pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan produksi minyak dan gas dalam negeri, serta mengembangkan sumber energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada minyak impor.

Di tengah fluktuasi harga minyak dunia, pemerintah tetap fokus pada program hilirisasi sektor pertambangan. Pemerintah telah memperpanjang izin untuk perusahaan batu bara eks Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Perusahaan-perusahaan tersebut diwajibkan untuk menjalankan program hilirisasi sebagai konsekuensi atas perpanjangan izin yang diberikan pemerintah.

Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan apabila terdapat perusahaan yang mengabaikan kewajiban hilirisasi. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertambangan dan mengembangkan industri hilir yang kuat.

Baca juga:

Kesimpulan dari kebijakan pemerintah terhadap harga BBM subsidi dan non-subsidi adalah bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan bahwa masyarakat tidak terlalu terdampak oleh fluktuasi harga minyak dunia. Pemerintah juga fokus pada program hilirisasi sektor pertambangan untuk meningkatkan nilai tambah dan mengembangkan industri hilir yang kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *