PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 21 Juni 2026 | Aksi demo mahasiswa yang digelar oleh Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) telah meluas ke sekitar 300 titik di berbagai daerah. Aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi.
Menurut Ketua Umum PB PMII, Muhammad Shofiyulloh Cokro, aksi nasional tersebut akan mengusung sejumlah tuntutan terkait evaluasi kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tuntutan tersebut meliputi penegakan Pasal 33 UUD 1945 secara berdaulat dan konsisten dalam kebijakan ekonomi nasional, pemulihan kepercayaan publik terhadap pemerintah, penguatan kemandirian ekonomi nasional, efisiensi dan evaluasi struktur kabinet, reset Badan Gizi Nasional (BGN), serta pembubaran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan peningkatan kesejahteraan guru.
Sementara itu, Partai Demokrat mendukung aksi mahasiswa menyampaikan kritik terhadap pemerintah Prabowo, namun menekankan pentingnya menjaga etika dan menyuarakan aspirasi secara beradab tanpa caci maki. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia memastikan aksi demo #IndonesiaMenujuBangkrut tidak berakhir pada Jumat (12/6/2026) dan akan menggelar aksi lanjutan di Bunderan Hotel Indonesia.
Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menegaskan bahwa kepolisian tidak melarang aksi penyampaian pendapat di muka umum, namun berharap seluruh pihak dapat mengedepankan cara-cara yang tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat luas. Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor, mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan di daerah tersebut.
Dalam menghadapi aksi demo mahasiswa, pemerintah perlu memperhatikan tuntutan yang disampaikan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kabinet. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.
Kesimpulan dari aksi demo mahasiswa ini adalah bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan pemerintah dan menuntut perbaikan dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat. Dengan menyuarakan aspirasi secara beradab dan tertib, mahasiswa dapat membantu mendorong perubahan yang positif di Indonesia.
