Harga BBM Naik, Mahasiswa Bali Desak Pemerintah Turunkan Harga

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 Juni 2026 | Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi telah naik pada Juni 2026. Kenaikan ini seiring dengan tingginya harga minyak global. PT Pertamina (Persero) telah menaikkan harga BBM non-subsidi Pertamax series sejak Rabu (10/6/2026). Perinciannya, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Selanjutnya, Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

Sementara itu, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar dipatok Rp6.800 per liter. Selain itu, Pertamina tidak mengubah harga sejumlah produk BBM non-subsidi lainnya. Harga Pertamax Turbo tetap Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.

Baca juga:

BP-AKR juga menaikkan harga BBM besutan mereka. Harga BP 92 (RON 92) kini berada di level Rp16.670 per liter. Angka itu naik dari sebelumnya, yakni Rp12.390 per liter. Selanjutnya, harga BP Ultimate dibanderol Rp17.240 per liter. Angka itu juga naik dari sebelumnya yang seharga Rp12.930 per liter. Sementara itu, harga BP Ultimate Diesel kini dipatok Rp25.060 per liter.

Mahasiswa di Bali melakukan aksi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, Senin (22/6/2026). Mereka menyampaikan 16 tuntutan kepada pemerintah, mulai dari evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), hingga penguatan nilai tukar rupiah.

Salah satu tuntutan yang disuarakan ialah mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan harga BBM agar tidak membebani masyarakat. Turunkan harga BBM agar masyarakat dapat beroperasi dan menjalankan mobilitasnya secara maksimal, jelas salah satu mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana.

Mahasiswa juga meminta pemerintah memperkuat nilai tukar rupiah yang dinilai masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Dan yang paling penting kuatkan rupiah. Melihat fenomena yang terjadi saat ini rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika. Itu disebabkan kebijakan yang ugal-ugalan, sambungnya.

Baca juga:

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini harga Pertamax dan Pertamax Green 95 akan segera turun seiring anjloknya harga minyak mentah dunia pasca kesepakatan damai AS-Iran. Saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun sehingga pondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat, jelas Purbaya dalam rapat kerja bersama Komite IV DPD RI, Senin (22/6/2026).

Klaim Bahlil keluarkan pernyataan harga Pertamax jadi Rp 10.500 per liter karena minyak dunia turun, tidak benar. Tidak benar, kata Dwi Anggia, saat berbincang dengan Liputan6.com, dikutip Senin (22/6/2026). Dwi Anggia mengatakan, klaim Bahlil keluarkan pernyataan harga Pertamax jadi Rp 10.500 per liter karena minyak dunia turun tidak benar.

Untuk saat ini, seluruh harga BBM di semua operator SPBU tidak mengalami perubahan. Harga BBM masih mengacu pada penyesuaian yang dilakukan semua operator SPBU pada 10 Juni lalu. Daftar harga terbaru BBM di semua pengelola SPBU per 22 Juni 2026 adalah sebagai berikut: Pertamina: Solar (CN 48) dijual Rp6.800 per liter, Pertalite (RON 90) dijual Rp10.000 per liter, Pertamax (RON 92) dijual Rp16.250 per liter, Pertamax Green (RON 95) dijual Rp17.000 per liter, Pertamax Turbo (RON 98) dijual Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) dijual Rp23.000 per liter, Pertamina Dex (CN 53) dijual Rp24.800 per liter.

Shell: Shell V-Power Diesel: Rp24.490 per liter. Untuk BBM jenis Shell Super (RON 92), Shell V-Power (RON 95), serta Shell V-Power Nitro+ (RON 98), masih belum tersedia hingga kini.

Baca juga:

BP-AKR: BP 92 dijual Rp16.670 per liter, BP Ultimate dijual Rp17.240 per liter, BP Ultimate Diesel dijual Rp25.060 per liter.

Vivo: Revvo 92: Belum tersedia, Revvo 95: Rp17.240 per liter, Diesel Primus: Rp25.060 per liter.

Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak dunia mengalami penurunan. Hal ini dipengaruhi oleh kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Dengan penurunan harga minyak dunia, diharapkan harga BBM di Indonesia juga akan mengalami penurunan.

Kesimpulan, harga BBM non-subsidi telah naik pada Juni 2026. Kenaikan ini seiring dengan tingginya harga minyak global. Mahasiswa di Bali melakukan aksi di depan Gedung DPRD Bali, Senin (22/6/2026), untuk mendesak pemerintah menurunkan harga BBM dan memperkuat nilai tukar rupiah. Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini harga Pertamax dan Pertamax Green 95 akan segera turun seiring anjloknya harga minyak mentah dunia pasca kesepakatan damai AS-Iran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *