PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 30 April 2026 | Jakarta, 29 April 2026 – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengesahkan keputusan penting yang menandai tahun keuangan 2025 sebagai yang paling menguntungkan dalam sejarah perusahaan. Pemegang saham menyetujui pembagian dividen BMRI senilai Rp44,47 triliun, setara dengan 79% dividend payout ratio (DPR) dari laba bersih konsolidasi sebesar Rp56,3 triliun. Keputusan ini meningkatkan yield menjadi sekitar 8,4% berdasarkan harga saham terakhir Rp4.460 per lembar.
Dividen yang disetujui terbagi menjadi dua komponen utama. Sebagian pertama, yaitu dividen interim sebesar Rp9,32 triliun (setara Rp100 per saham), telah dibayarkan pada Januari 2026. Sisanya, yakni dividen final, akan dibayarkan setelah RUPST selesai, dengan nilai sekitar Rp376,96 per saham atau total Rp35,15 triliun. Secara keseluruhan, total dividen per saham (DPS) untuk tahun buku 2025 diperkirakan mencapai Rp477 per lembar, sedikit naik dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain pembagian dividen BMRI, RUPST juga menyetujui program pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp1,17 triliun. Buyback ini direncanakan dilaksanakan dalam jangka waktu 12 bulan, paling lambat pada 29 April 2027, dengan tujuan meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan mendukung program kepemilikan saham internal bagi karyawan, direksi, dan komisaris non-independen.
Berikut rangkuman utama keputusan RUPST:
| Keputusan | Nilai |
|---|---|
| Total dividen yang dibagikan | Rp44,47 triliun |
| Dividen interim (Januari 2026) | Rp9,32 triliun |
| Dividen final (per saham) | Rp376,96 – Rp477 |
| Dividend payout ratio | 79 % |
| Yield dividen final | ~8,4 % |
| Buyback saham maksimal | Rp1,17 triliun |
| Laba bersih konsolidasi 2025 | Rp56,3 triliun |
Peningkatan DPR menjadi 79% menunjukkan komitmen BMRI untuk memberikan nilai optimal kepada pemegang saham tanpa mengorbankan kemampuan pertumbuhan. Laba bersih yang kuat didorong oleh pertumbuhan kredit tahunan sebesar 13,4% menjadi Rp1.895 triliun, serta peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 23,9% menjadi Rp2.106 triliun.
Direktur Utama Riduan menekankan, “Dividen besar ini mencerminkan kinerja solid kami dan kepercayaan manajemen terhadap fundamental bank. Kami tetap fokus pada ekspansi layanan keuangan yang berkelanjutan sambil memberikan imbal hasil kompetitif bagi investor.”
Investor kini dapat menantikan jadwal cum dividen dan tanggal pembayaran final yang belum diumumkan secara rinci. Namun, estimasi berdasarkan harga saham saat ini mengindikasikan bahwa dividen BMRI memberikan imbal hasil yang menarik dibandingkan instrumen pasar uang lain.
Secara keseluruhan, keputusan RUPST ini menegaskan posisi BMRI sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia dengan strategi pengembalian nilai yang kuat melalui kombinasi dividen tinggi dan program buyback yang signifikan.
