PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 20 April 2026 | Sevilla menjadi saksi bisu dari salah satu final paling menegangkan dalam sejarah Copa del Rey. Pada Sabtu 19 April 2026, Real Sociedad menumbangkan Atlético Madrid lewat adu penalti 4-3 setelah pertandingan berakhir imbang 2-2 pada waktu tambahan. Kemenangan ini tidak hanya menambah koleksi trofi Sociedad, tetapi juga menimbulkan perdebatan seputar keputusan taktis Diego Simeone serta cedera yang menimpa pemain asal Nigeria, Ademola Lookman.
Gol pembuka tercepat dalam sejarah final Copa del Rey tercipta ketika Ander Barrenetxea mencetak gol hanya 14 detik setelah peluit start. Gol tersebut langsung dijawab oleh Lookman pada menit ke-18, menjadikannya pencetak gol pertama Nigeria di final kompetisi tersebut sejak Finidi George pada 1997. Namun, keunggulan sementara itu hanya bertahan singkat. Mikel Oyarzabal menyamakan kedudukan lewat penalti pada menit ke-45+2 setelah Juan Musso menjatuhkan Gonçalo Guedes di dalam kotak penalti.
Simeone kemudian memutuskan untuk menggantikan Lookman tepat setelah menandai satu jam pertandingan. Penggantiannya menimbulkan protes dari sebagian pengamat yang berpendapat Lookman masih menjadi ancaman utama bagi pertahanan Sociedad. Dalam konferensi pers pasca laga, Simeone menjelaskan, “Saya rasa dengan Sørloth di depan, kami dapat menciptakan lebih banyak peluang, dan Julián dapat mengambil peran Lookman. Kami juga memindahkan Baena ke sisi kiri.” Keputusan itu ternyata tidak membuahkan hasil yang diharapkan, meski Julián Álvarez berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-83, memaksa pertandingan memasuki perpanjangan waktu.
Setelah 120 menit tanpa gol tambahan, duel beralih ke adu tendangan penalti. Penjaga gawang Real Sociedad, Unai Marrero, menjadi pahlawan dengan menyelamatkan tendangan Alexander Sørloth dan Julián Álvarez. Pablo Marín kemudian mengeksekusi tendangan penentu yang memberi Sociedad kemenangan 4-3.
- 14 detik: Ander Barrenetxea (Real Sociedad)
- 18 menit: Ademola Lookman (Atlético Madrid)
- 45+2 menit: Mikel Oyarzabal (penalti, Real Sociedad)
- 83 menit: Julián Álvarez (penyeimbang, Atlético Madrid)
- Penalti: Unai Marrero menyelamatkan dua tembakan, Pablo Marín mengeksekusi tendangan penentu.
Insiden lain yang mencuat pasca pertandingan adalah laporan tentang rasa sakit pada otot adductor Lookman. Media Spanyol, Marca, menyebut bahwa pemain tersebut merasakan nyeri tajam sehingga harus digantikan. Tim medis Atlético Madrid dijadwalkan melakukan pemeriksaan lanjutan keesokan harinya untuk menyingkirkan kemungkinan cedera serius.
Kekalahan ini menutup harapan Atlético Madrid meraih trofi domestik utama musim ini. Sementara perjuangan mereka di La Liga telah berakhir lebih awal, fokus kini beralih pada laga semi final Liga Champions melawan Arsenal yang dijadwalkan 29 April 2026. Simeone mengungkapkan keyakinannya bahwa skuad masih memiliki “banyak tenaga” untuk bersaing di panggung Eropa.
Di samping dampak sportif, kemenangan Real Sociedad memberikan catatan sejarah baru bagi pelatih mereka, Pellegrino Matarazzo, yang menjadi manajer Amerika pertama yang meraih trofi utama di salah satu liga top Eropa. Keberhasilan ini juga mengakhiri penantian lima tahun Sociedad sejak mengangkat trofi Copa del Rey pada 2020.
Secara statistik, Lookman kini mencatat 11 kontribusi gol sejak bergabung pada Januari 2026, menegaskan perannya yang semakin penting dalam skema serangan Atlético. Namun, cedera yang dialaminya pada final menambah kekhawatiran mengenai ketersediaannya di laga berikutnya, termasuk pertandingan melawan Arsenal.
Kesimpulannya, final Copa del Rey 2026 menjadi panggung bagi drama penalti, keputusan taktis yang dipertanyakan, serta sorotan medis pada pemain kunci. Real Sociedad menikmati momen gemilang dengan menambah koleksi trofi mereka, sementara Atlético Madrid harus segera bangkit dan mengatasi tantangan cedera serta tekanan kompetisi tingkat tinggi.
