Polemik SPMB di Banten: Warga Pertanyakan Sistem Koordinat dan Praktik Penitipan Anak

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 07 Juli 2026 | Polemik Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Banten kembali mencuat ke permukaan. Warga Bandar Lampung mempertanyakan sistem koordinat SPMB yang dianggap tidak adil, terutama terkait mekanisme jarak tempat tinggal dengan sekolah tujuan. Seorang warga, Kurnia, mengadukan anaknya yang tidak diterima di SMP negeri terdekat meskipun telah mendaftar di sekolah tersebut.

Sementara itu, di Kota Serang, pengamat kebijakan publik Ahmad Sururi menyampaikan sorotan tajam atas dugaan adanya praktik titip menitip anak di SMAN 2 Kota Serang. Ia mengatakan bahwa praktik ini telah menjadi rahasia umum dan mengorbankan peserta SPMB lainnya yang seharusnya masuk dan memenuhi syarat standar.

Baca juga:

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Banten menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-23 tingkat provinsi di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang. Gubernur Banten Andra Soni berharap pelaksanaan kompetisi ini dapat menjadi momentum kebangkitan kafilah Banten untuk kembali mengukir prestasi gemilang di kancah nasional.

Komite ini juga menyoroti pentingnya pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Banten. Pemerintah provinsi berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Baca juga:

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Pemerintah Kota Balikpapan menggratiskan biaya pendidikan di 15 sekolah swasta mitra. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat dan mengurangi beban biaya pendidikan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Banten telah mengalami kemajuan signifikan dalam bidang pendidikan. Namun, masih ada tantangan yang harus diatasi, seperti praktik penitipan anak dan sistem koordinat SPMB yang tidak adil.

Baca juga:

Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam sistem pendidikan di Banten. Pemerintah provinsi dan pemerintah kota harus bekerja sama untuk memastikan bahwa pendidikan yang berkualitas dapat diakses oleh semua masyarakat.

Dengan demikian, diharapkan Banten dapat menjadi contoh bagi provinsi lain dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *