PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 08 Juli 2026 | Pemadaman listrik bergilir kembali terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada hari Rabu, 8 Juli 2026. Hal itu disampaikan PT PLN Kalselteng melalui unggahan pada akun Instragram resmi mereka. Sehubungan dengan adanya gangguan teknis pada salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Swasta berskala besar yang berdampak pada pasokan daya sistem, PLN akan melakukan pengaturan operasi kelistrikan guna menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan.
Oleh karena itu, pasokan listrik kepada sebagian pelanggan akan dihentikan sementara secara terbatas pada: Hari/Tanggal : Rabu, 08 Juli 2026. Untuk wilayah Kota Banjarmasin, mati lampu dijadwalkan mulai siang hingga tengah malam. Terbagi dalam tiga sesi pemadaman. Pemadaman listrik bergilir yang melanda pulau Jawa, dan Sumatera beberapa waktu lalu, ternyata berbau korupsi. Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri mengusut dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk sejumlah PLTU periode 2018-2026.
Kerugian negara ditaksir Rp5 triliun. Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) mendukung Polri mengusut kasus itu hingga tuntas. Dalam keterangannya kepada pers, Senin (6/7/2026), Kepala Kortas Tipikor Polri Irjen Totok Suharyanto mengungkap adanya dugaan korupsi pemenuhan pasokan batu bara yang memicu terjadinya blackout di Sumatera dan sejumlah wilayah Indonesia.
Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli menuturkan, pasokan batu bara untuk DMO berkurang sekitar 24 juta ton dibandingkan 2025. Dia memaparkan, produksi batu bara pada 2025 mencapai 790 juta ton. Sebanyak 32% dari jumlah tersebut atau 254 juta ton merupakan DMO.
Sementara itu, untuk 2026 ini pemerintah memberi sinyal produksi batu bara dipangkas ke level di atas 600 juta ton. Dengan asumsi tersebut, dari total produksi 600 juta ton dan jatah DMO 38%, maka emas hitam untuk kebutuhan domestik itu mencapai 230 juta ton. Artinya, terdapat disparitas sebanyak 24 juta ton dibanding jumlah DMO batu bara pada 2025.
Pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di Kota Palangka Raya sejak akhir Juni 2026 turut berdampak pada operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Selain menambah beban operasional karena harus mengandalkan genset, SPBU juga melayani pembelian bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi menggunakan jeriken untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar genset masyarakat.
Kesimpulan: Pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Selatan disebabkan oleh gangguan teknis pada salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Swasta berskala besar. Selain itu, kasus korupsi pengadaan batu bara untuk sejumlah PLTU periode 2018-2026 juga menjadi salah satu penyebab pemadaman listrik bergilir. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah ini, seperti meningkatkan produksi batu bara dan mengembangkan sumber energi yang lebih beragam.
