PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 21 April 2026 | Jakarta, 20 April 2026 – Endang Surahman Hartono, lebih dikenal dengan nama panggung Ndhank Stinky, pencipta lagu legendaris “Mungkinkah“, resmi dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 18 April 2026. Kepergiannya menimbulkan duka mendalam di kalangan musisi, pencipta lagu, serta publik yang selama ini menikmati karya-karya fenomenalnya.
Menurut keterangan keluarga, Ndhank sempat menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Manado, Sulawesi Utara selama tiga hari. Pada tahap awal, ia didiagnosis mengalami stroke ringan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi neurologis. Kondisi tersebut kemudian memburuk ketika pembuluh darah di otaknya pecah, menyebabkan komplikasi fatal yang berujung pada wafatnya pada akhir pekan lalu.
Saudara kembarnya, Edo Surahim, menjelaskan bahwa Ndhank sempat menunjukkan semangat tinggi menjelang kepergiannya. Ia sedang mempersiapkan proyek musik baru bernama “Note n Sound” yang melibatkan mantan vokalis Zigas (Zoker) serta gitaris Orange Ryan. “Dia sangat antusias, sudah merekam beberapa trek, menunggu konfirmasi dari label besar, namun belum ada kabar,” ujar Edo dalam sebuah wawancara.
Berita duka ini juga mendapat respon hangat dari sesama pelaku industri. Andre Taulany, komedian dan presenter ternama, menyampaikan rasa belasungkawa melalui media sosial, menulis, “Turut berduka atas kepergian sahabat sejati musik Indonesia, Ndhank Surahman. Semoga karya-karyanya terus menginspirasi generasi mendatang.”
Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) secara resmi mengeluarkan pernyataan duka cita, menyebut Ndhank sebagai sosok yang berjasa besar bagi industri musik Indonesia. “Karya-karya fenomenal beliau telah menjadi bagian penting dalam perjalanan musik tanah air dan akan terus dikenang lintas generasi,” tegas pernyataan AKSI, yang juga menyoroti perjuangan Ndhank dalam memperjuangkan hak intelektual para pencipta lagu.
Selama kariernya, Ndhank dikenal sebagai gitaris dan pencipta lagu utama grup Stinky, yang melahirkan hits abadi seperti “Mungkinkah” dan “Jangan Tutup Dirimu”. Selain berkiprah sebagai musisi, ia juga aktif menyuarakan perlindungan royalti dan hak cipta, bahkan pernah mengirimkan somasi terkait pelanggaran hak cipta lagu “Mungkinkah”. Perjuangannya memberikan dampak positif bagi banyak pencipta lagu muda yang kini lebih sadar akan pentingnya perlindungan karya mereka.
Berikut rangkuman singkat kondisi kesehatan Ndhank sebelum meninggal:
- Hari 1-2: Dirawat karena stroke ringan, mengalami gangguan koordinasi dan kelemahan pada satu sisi tubuh.
- Hari 3: Terjadi ruptur pembuluh otak, mengakibatkan pendarahan internal yang tidak dapat dikendalikan.
- Akibat komplikasi tersebut, Ndhank dinyatakan meninggal pada malam hari Sabtu, 18 April 2026.
Proyek “Note n Sound” yang sempat dibahas Ndhank bersama Edo, Zoker, dan Orange Ryan kini belum dapat dilanjutkan. Namun, para anggota band berjanji akan melanjutkan visi musik sang almarhum sesuai dengan harapan yang pernah ia ungkapkan.
Keluarga Ndhank, termasuk orangtuanya dan saudara kembarnya, meminta doa restu serta dukungan moral bagi mereka yang ditinggalkan. Mereka juga berharap agar warisan musik dan semangat perjuangan hak cipta Ndhank dapat terus hidup melalui generasi musisi berikutnya.
Kepergian Ndhank Surahman meninggalkan ruang kosong di industri musik Indonesia. Namun, melalui karya-karya yang telah ditorehkan, serta dedikasinya dalam memperjuangkan hak pencipta, ia tetap menjadi inspirasi abadi bagi seniman dan pecinta musik di seluruh tanah air.
