PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 06 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok 8,69% pada pekan ini, menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI). Penurunan ini disebabkan oleh pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk BBCA, BBRI, dan BRPT. Saham perbankan jumbo PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menempati posisi teratas sebagai penekan IHSG, dengan koreksi 10,96% dan tekanan sebesar 58,55 poin terhadap IHSG.
Sementara itu, emiten bank pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melemah 7,12% selama sepekan dan menekan IHSG hingga 32,93 poin. Saham TLKM yang terkoreksi 8,91% turut menekan IHSG sebesar 28,19 poin. Selanjutnya, saham BRPT milik Prajogo Pangestu menyumbang tekanan 25,88 poin, disusul saham MORA sebesar 21,52 poin, dan saham BMRI sebesar 18,78 poin.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh sentimen negatif pelaku pasar terhadap kondisi fiskal pemerintah. Dia menuturkan, tekanan di pasar keuangan lebih banyak berasal dari persepsi yang berkembang terkait kesehatan fiskal negara. Purbaya mengonfirmasi, pergerakan IHSG yang terus tertahan di zona merah sempat membuat pihak kementerian heran.
Saham lainnya yang tercatat sebagai top gainers selama sepekan adalah MMIX, MSIN, hingga DSSA. Saham PT Multi Medika Internasional Tbk. (MMIX) memimpin penguatan dengan kenaikan 77,73% atau dari level Rp422 pada pekan sebelumnya menjadi Rp750 per saham. Di posisi berikutnya ada saham PT Nusantara Almazia Tbk. (NZIA) yang membukukan kenaikan 74,24% menjadi Rp230 per lembar atau dari sebelumnya berada pada level Rp132 per saham.
Kapitalisasi pasar BEI ikut turun sebesar 8,59% menjadi Rp 9.807 triliun dari Rp 10.729 triliun pada pekan sebelumnya. Frekuensi transaksi harian pekan ini, yaitu sebesar 14,11 persen menjadi 2,41 juta kali transaksi dari 2,11 juta kali transaksi pada pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian pekan ini turut mengalami perubahan, yaitu sebesar 5,71 persen menjadi Rp 26,97 triliun dari Rp 28,38 triliun pada pekan sebelumnya.
Kesimpulan dari pelemahan IHSG ini menunjukkan bahwa sentimen negatif pelaku pasar terhadap kondisi fiskal pemerintah menjadi salah satu faktor utama. Oleh karena itu, pemerintah perlu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara untuk meningkatkan kepercayaan investor.
