PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 21 April 2026 | PT Adaro Indonesia terus menegaskan posisinya sebagai pelaku utama industri pertambangan sekaligus kontributor sosial di Indonesia. Berbagai kegiatan terbaru memperlihatkan sinergi antara komitmen bisnis, tanggung jawab sosial, dan upaya peningkatan teknologi yang selaras dengan regulasi pemerintah.
Di Dusun Hilir, Kalimantan Selatan, festival budaya Daren Kanderang Tingang dibuka pada 18 April 2026 dengan antusiasme tinggi. Acara yang menonjolkan kerajinan anyaman rotan serta lomba tradisional menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Iwan Ridwan, Kepala Departemen CSR PT Adaro Indonesia, menyampaikan bahwa kehadiran perusahaan dalam festival tersebut mencerminkan keberagaman yang memperkuat kebersamaan, layaknya motif anyaman yang beragam.
CSR Adaro tidak hanya hadir dalam bentuk dukungan simbolis. Berikut beberapa inisiatif utama yang dijalankan di wilayah tersebut:
- Penyediaan fasilitas pelatihan anyaman bagi pemuda dan pelajar setempat.
- Pembiayaan beasiswa bagi siswa berprestasi di daerah Barito Selatan.
- Pengembangan infrastruktur pasar tradisional untuk memperluas jaringan penjualan produk lokal.
Sementara itu, pada Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) pada 13 April 2026, perwakilan PT Adaro Energy Indonesia Tbk, Priyadi Sutarso, hadir sebagai Presiden Direktur sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI). Dalam sesi tersebut, Yoga Mei Rizal, Assistant Superintendent Dry Stack Tailings & Water Management PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), memaparkan inovasi Dry Stack Tailings (DST) Plant yang didukung oleh Adaro.
Inovasi DST menjadi sorotan utama karena mampu mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional tambang. Teknologi ini memanfaatkan sistem penumpukan limbah padat yang tidak memerlukan penimbunan cair, sehingga mengurangi risiko kontaminasi air dan mempercepat proses rehabilitasi lahan pasca-tambang.
Selain aspek teknis, pembicaraan juga menyinggung peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam mengoptimalkan proses penambangan. Priyadi menekankan bahwa AI bukan pengganti tenaga kerja manusia, melainkan alat pendukung untuk meningkatkan produktivitas dan keselamatan kerja.
Di tengah sorotan positif tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Direktur PT Adaro Wamco Prima. Penjadwalan ulang ini menandakan bahwa perusahaan tetap berada dalam radar pengawasan anti‑korupsi, meskipun belum ada temuan definitif yang dipublikasikan. KPK menegaskan komitmennya untuk menindak tegas praktik korupsi di sektor energi dan pertambangan.
Keberadaan Adaro Indonesia dalam dua ranah – sosial budaya melalui CSR dan inovasi teknologi lewat DST – menunjukkan strategi perusahaan yang holistik. Dengan memadukan kepedulian terhadap masyarakat lokal, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta adopsi teknologi ramah lingkungan, Adaro berupaya menjawab tantangan industri pertambangan modern yang menuntut transparansi, keberlanjutan, dan profitabilitas.
Secara keseluruhan, langkah-langkah ini tidak hanya meningkatkan citra perusahaan di mata publik, tetapi juga memperkuat posisi kompetitifnya di pasar global. Keterlibatan dalam acara budaya, dukungan pendidikan, serta investasi dalam teknologi bersih menjadi bukti nyata bahwa Adaro Indonesia berkomitmen pada pertumbuhan yang berkelanjutan.
