Rupiah Menguat, IHSG Naik, dan Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Solid

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 11 Juli 2026 | Nilai tukar rupiah menguat 0,35 persen ke Rp18.065 per dolar AS pada perdagangan Jumat (10/7) sore. Mata uang Garuda tersebut naik 67 poin atau setara 0,37 persen dari Rp18.128 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan rupiah sejalan dengan mata uang Asia yang cenderung menguat terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,18 persen, ringgit Malaysia naik 0,27 persen, dolar Singapura terapresiasi 0,12 persen, serta yen Jepang menguat 0,42 persen.

Baca juga:

Menko Airlangga Hartarto menilai fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat meski nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, sejumlah indikator utama ekonomi masih menunjukkan kinerja yang terjaga.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,40% pada perdagangan saham Jumat, (10/7/2026) di tengah mayoritas sektor saham menghijau. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 5.949,99 dan terendah 5.927,29.

Di antara 11 sektor saham, sektor saham kesehatan turun 0,06%. Sementara itu, sektor saham basic menguat 0,95%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi mendaki 0,54%. Sektor saham industri bertambah 0,28%, sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 0,17%.

Baca juga:

Menko Airlangga juga mengatakan inflasi masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5% plus minus 1%. Di sisi lain, ia menyebut pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah insentif untuk menjaga daya saing industri nasional.

Kondisi sektor perbankan juga disebut tetap sehat, yang menurutnya tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai dua digit dan penyaluran kredit yang meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Di sisi lain, ia mengatakan sejumlah lembaga internasional juga masih memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5% pada 2026. “Dari berbagai lembaga, baik World Bank, IMF, maupun OECD, pertumbuhan ekonomi kita masih dalam kisaran sekitar 5%. Jadi relatif semua menilai perekonomian kita aman dan solid,” katanya.

Baca juga:

Kesimpulan, nilai tukar rupiah menguat, IHSG naik, dan fundamental ekonomi Indonesia masih solid. Pemerintah terus berupaya menjaga daya saing industri nasional dan mengontrol inflasi untuk mempertahankan stabilitas ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *