BI Rate Naik Jadi 5,75%, Apa Dampaknya pada Nilai Tukar Rupiah?

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 19 Juni 2026 | Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 17-18 Juni 2026. Kenaikan ini terjadi dua kali dalam sebulan, dengan total kenaikan mencapai 50 basis poin.

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, kenaikan BI Rate ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Selain itu, kebijakan ini dipandang sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan pemerintah.

Baca juga:

Kalangan ekonom menilai langkah tersebut merupakan langkah preventif memitigasi risiko timbulnya sentimen negatif di tengah bayang-bayang ketidakpastian. Kenaikan suku bunga ini mencerminkan langkah pre-emptive yang bertujuan memitigasi risiko naiknya premi risiko pada aset keuangan Indonesia.

BI juga telah menarik investor asing melalui penjualan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), yang telah mencapai sekitar US$13,3 miliar. Hal ini telah membantu mendukung stabilisasi nilai tukar rupiah.

Baca juga:

Nilai tukar rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Jumat (19/6/2026) meskipun kenaikan BI Rate. Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di kisaran Rp17.790 hingga Rp17.840 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Untuk menghadapi ketidakpastian global dan domestik, BI telah menyiapkan langkah-langkah untuk memperkuat nilai tukar rupiah, termasuk menarik investor asing dan melakukan intervensi valas dalam jumlah besar. Dengan demikian, diharapkan nilai tukar rupiah dapat stabil dan menguat ke depannya.

Baca juga:

Kesimpulan, kenaikan BI Rate menjadi 5,75% merupakan langkah yang diambil untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi. Dengan demikian, diharapkan perekonomian Indonesia dapat tetap stabil dan tumbuh positif di tengah ketidakpastian global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *