Emas Antam Stagnan, Sementara Tambang Emas Ilegal Mengancam Geopark Merangin

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 Juli 2026 | Harga emas Antam hari ini tercatat stagnan di level Rp 1.942.000 per gram. Harga ini tidak berubah dari hari sebelumnya, setelah naik tipis pada Sabtu sebesar Rp 6.000 dari harga sebelumnya berada di level Rp 1.936.000 per gram.

Sementara itu, di lain wilayah, tambang emas ilegal menjadi ancaman serius bagi Geopark Merangin. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi Imron Rosyadi mengatakan, keberadaan tambang emas ilegal menjadi ancaman nyata bagi masa depan Geopark Merangin.

Baca juga:

Menurut Imron, pengakuan UNESCO diberikan karena kawasan tersebut memiliki nilai geologi, keanekaragaman hayati, serta budaya yang masih terjaga dengan baik. Namun, kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat tambang liar ini dikhawatirkan mengancam kelestarian kawasan.

Di Jambi, aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) masih marak terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi ini mendorong DPRD Provinsi Jambi mendesak aparat penegak hukum untuk mempercepat penindakan terhadap praktik pertambangan ilegal yang dinilai merugikan daerah dan lingkungan.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata mengatakan pihaknya menerima banyak laporan terkait aktivitas PETI, baik dari pemberitaan media maupun pengaduan masyarakat secara langsung.

PT Freeport Indonesia (PTFI) tidak hanya menghasilkan emas dan tembaga dari fasilitas pemurnian di Gresik, Jawa Timur. Smelter tersebut juga menghasilkan sejumlah produk bernilai lain, mulai dari platina, paladium, hingga asam sulfat dengan produksi mencapai 1,5 juta ton per tahun.

Produk-produk tersebut berasal dari proses pengolahan konsentrat tembaga melalui smelter dan Precious Metal Refinery (PMR). Kehadiran fasilitas tersebut membuat Freeport tidak hanya menghasilkan produk utama, tetapi juga berbagai produk turunan bernilai ekonomi.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengatakan fasilitas smelter dan PMR di Gresik menghasilkan berbagai produk mulai dari katoda tembaga hingga logam kelompok platinum.

Baca juga:

Saat ini Freeport memiliki dua fasilitas pemurnian di kawasan Gresik dengan total kapasitas pengolahan mencapai sekitar 3 juta ton konsentrat per tahun.

Kapasitas tersebut berasal dari smelter baru sebesar 1,7 juta ton konsentrat per tahun dan PT Smelting yang telah ditingkatkan kapasitasnya menjadi 1,3 juta ton per tahun.

Dari sisi produk utama, smelter baru Freeport diproyeksikan menghasilkan sekitar 600.000 ton katoda tembaga per tahun. Jika digabungkan dengan produksi PT Smelting, total produksi katoda tembaga dapat mencapai sekitar 800.000 ton per tahun.

Namun, nilai tambah lain berasal dari kandungan logam berharga yang terdapat dalam lumpur anoda. Setelah dimurnikan melalui PMR, material tersebut menghasilkan emas, perak, serta logam kelompok platinum atau Platinum Group Metals (PGM).

Produksi emas dari fasilitas tersebut diperkirakan mencapai 50 ton per tahun. Seluruh produksi emas tersebut direncanakan akan diambil oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Sementara produksi perak diperkirakan mencapai 200 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor. Selain emas dan perak, Freeport juga menghasilkan platina sekitar 30 kilogram per tahun.

Baca juga:

Produk tersebut akan dipasarkan sesuai kebutuhan, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Apabila terdapat kebutuhan di dalam negeri, platina tersebut akan dijual di dalam negeri. Apabila belum terdapat kebutuhan domestik, produk tersebut akan diekspor.

Di sisi lain, aktivitas PETI masih tersebar di sedikitnya enam kabupaten di Provinsi Jambi. Wilayah tersebut meliputi: Di Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi mencatat sekitar 300 unit dompeng masih beroperasi di kawasan Sungai Batanghari.

Aktivitas ini diduga memberikan tekanan besar terhadap lingkungan sekitar. Menurut data Walhi, aktivitas PETI telah menyebabkan kerusakan hutan yang cukup luas serta pencemaran aliran sungai. Diperkirakan, luas kerusakan hutan akibat aktivitas tersebut mencapai 12.202 hektare.

Kesimpulan, harga emas Antam stagnan, namun tambang emas ilegal menjadi ancaman serius bagi Geopark Merangin. Freeport menghasilkan berbagai produk bernilai dari fasilitas pemurnian di Gresik, Jawa Timur. Sementara itu, aktivitas PETI masih marak terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi, yang dikhawatirkan dapat merusak lingkungan sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *