PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 16 Juli 2026 | Belakangan ini, masyarakat di Jawa, terutama di Denpasar dan sekitarnya, sedang mengalami fenomena alam yang dikenal sebagai bediding. Menurut BMKG, bediding disebabkan oleh angin Monsun Australia yang membawa udara kering dan dingin. Puncak bediding diperkirakan terjadi pada akhir Juli hingga Agustus, sehingga masyarakat perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi cuaca dingin dan kering.
Salah satu dampak dari bediding adalah kulit kering dan kusam. Namun, ada beberapa bahan alami yang dapat digunakan untuk melembapkan kulit, seperti madu, minyak zaitun, lidah buaya, minyak kelapa, dan mentimun. Madu, misalnya, dapat menarik dan mengunci kadar air di kulit, sehingga efektif melembapkan kulit dan berfungsi sebagai eksfoliator.
Di samping itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memudahkan kegiatan sehari-hari, seperti melakukan transaksi keuangan dan berbagi dengan sesama. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hidayatullah, bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) dan Maybank Syariah, telah meluncurkan Aplikasi Sedekah Subuh, yang memungkinkan masyarakat untuk menunaikan sedekah secara rutin dan memperkuat tata kelola filantropi Islam.
Aplikasi Sedekah Subuh ini diharapkan dapat mendorong masyarakat membangun kebiasaan bersedekah setiap pagi dengan sistem yang praktis, aman, dan akuntabel. Dengan demikian, masyarakat dapat memulai hari dengan berbagi dan memperkuat ekosistem filantropi Islam berbasis digital.
Untuk menghadapi bediding dan memanfaatkan teknologi digital, masyarakat perlu mempersiapkan diri dengan memperkuat iman dan memperbanyak amal shaleh. Dengan demikian, masyarakat dapat menghadapi tantangan cuaca dingin dan kering dengan penuh keimanan dan memperoleh manfaat dari teknologi digital.
