PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 22 April 2026 | Pertandingan akhir pekan antara Stoke City dan Millwall di Bet365 Stadium menjadi sorotan utama Liga Championship. Millwall berhasil menorehkan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Stoke City, mengukuhkan posisi mereka di urutan kedua klasemen dan menambah tekanan pada pesaing utama.
Sejak bunyi peluit pertama, Millwall menunjukkan pola serangan yang terorganisir. Pada menit ke-20, Camiel Neghli membuka skor setelah menerima umpan silang dari Zak Sturge. Golnya datang dengan tendangan kaki kiri yang melengkung indah, menandai gol ke-10 Neghli musim ini. Empat menit kemudian, Neghli hampir menambah angka, namun gagal mengeksekusi peluang dari dalam kotak penalti.
Stoke City mencoba membalas melalui serangan balik, namun kiper mereka, Gavin Bazunu, harus bekerja keras. Pada menit ke-48, serangan Millwall yang dipimpin Lewis Baker menghasilkan tembakan ke arah sudut kanan atas, namun Bazunu berhasil menepisnya dengan tangan yang mantap.
Poin balik terjadi pada menit ke-55 ketika Femi Azeez menambah keunggulan Millwall menjadi 2-0. Azeez menerima bola tepat di luar kotak penalti, kemudian menembakkan tendangan kaki kiri yang keras menembus jaring, menjadikan gol ke-9nya musim ini. Gol ini memperlebar jarak antara kedua tim dan menambah tekanan pada Stoke City yang tengah berjuang menghindari zona degradasi.
Stoke City tidak menyerah. Pada menit ke-60, pemain muda Pijus Otegbayo, yang memulai debutnya bersama rekan pertahanan Syd Agina, memaksa kiper Millwall, Patterson, untuk melakukan penyelamatan krusial setelah menembak dari jarak dekat. Sayangnya, hanya tiga menit kemudian, sebuah own goal dari Caleb Taylor memperlebar selisih menjadi 3-0, setelah ia menendang bola ke arah gawangnya sendiri dalam upaya menghalau serangan Millwall.
Menjelang akhir babak pertama, Stoke City berhasil mengurangi ketertinggalan lewat gol dari Lamine Cissé pada menit ke-68. Cissé memanfaatkan umpan pendek ke dalam kotak penalti, namun tembakannya hanya masuk ke tiang gawang, sehingga gol tidak tercatat. Namun pada menit ke-69, Josh Coburn menutup skor bagi Stoke dengan menembakkan bola ke sudut kiri bawah setelah menerima umpan dari Bocat.
Pelatih Stoke City, Mark Robins, menilai penampilan timnya sebagai “lebih dari mengecewakan”. Ia menekankan pentingnya ketangguhan fisik dan semangat juang, serta menyoroti kesulitan tim dalam mengatasi lawan yang lebih kuat secara fisik. Robins menambahkan bahwa musim ini belum memberikan hasil yang diharapkan, dengan hanya dua kemenangan dalam sepuluh pertandingan terakhir.
Di sisi lain, Alex Neil, mantan pelatih Stoke City yang kini memimpin Millwall, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian tim. “Kami berada di tengah perlombaan otomatis promosi, dan berada pada 79 poin dengan dua pertandingan tersisa adalah pencapaian luar biasa,” ujar Neil. Ia menegaskan bahwa tim akan terus berjuang hingga akhir musim, baik untuk mengamankan posisi otomatis promosi atau bersaing di playoff.
Kondisi tabel klasemen setelah pertandingan menunjukkan Millwall menempati posisi kedua dengan 79 poin, selisih tiga poin dari pemuncak klasemen. Ipswich Town berada di posisi ketiga dengan poin yang sama namun memiliki selisih pertandingan. Southampton berada satu poin di belakang Millwall, sedangkan Middlesbrough berada dua poin di belakang.
| Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Team A (Pemuncak) | 82 |
| 2 | Millwall | 79 |
| 3 | Ipswich Town | 79 |
| 4 | Southampton | 78 |
| 5 | Middlesbrough | 77 |
Penampilan individu juga menjadi sorotan. Camiel Neghli kembali menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang utama, sementara Femi Azeez menambah koleksi golnya menjadi sembilan musim ini. Bagi Stoke City, debut Pijus Otegbayo dan Syd Agina menjadi pengalaman berharga meski hasilnya belum memuaskan.
Secara keseluruhan, pertandingan Stoke City vs Millwall menampilkan kombinasi taktik, keberanian, dan ketegangan yang khas pada tahap akhir musim Championship. Millwall semakin dekat dengan impian promosi otomatis, sementara Stoke City harus segera menemukan formula kemenangan untuk menghindari krisis di sisa pertandingan.
Dengan dua pertandingan tersisa, Millwall berambisi menutup musim dengan poin maksimum, sedangkan Stoke City harus memperbaiki performa mereka agar tidak terpuruk lebih jauh di klasemen.
