PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 22 April 2026 | Jakarta, VIVA – Penyanyi muda berusia 22 tahun, Azizah Salsha, kembali menjadi sorotan publik setelah secara resmi mencabut laporan hukum yang sebelumnya diajukan kepada dua akun media sosial, Bigmo dan Rebsob. Keputusan ini muncul tak lama setelah curhatan pribadi tentang rumah tangganya bersama pesepak bola Pratama Arhan tersebar luas di Instagram Eksklusif dan memicu gelombang komentar negatif, tudingan, serta spekulasi yang tak henti‑hentinya.
Awal pekan ini, tim hukum Azizah mengeluarkan pernyataan singkat yang menegaskan bahwa semua proses hukum terhadap Bigmo dan Rebsob telah dihentikan. “Kami memutuskan untuk mencabut laporan karena tidak ada bukti kuat yang dapat menegaskan tuduhan pencemaran nama baik secara formal,” ujar juru bicara tim tersebut. Langkah ini dianggap sebagai upaya mengurangi ketegangan di ruang maya sekaligus mengembalikan fokus pada kehidupan pribadi penyanyi yang masih berada dalam proses penyembuhan emosional.
Curhatan Azizah yang dipublikasikan pada 22 April 2026 menjadi titik tolak utama perdebatan publik. Dalam unggahan Instagramnya, ia menulis, “Kamu boleh mengatakan apa pun tentangku, aku tidak masalah dengan itu,” sambil menegaskan bahwa hanya dirinya yang mengetahui seluk‑beluk pernikahan singkatnya dengan Pratama Arhan. Ia juga menambahkan bahwa rasa lelah telah menghinggapi dirinya selama hampir tiga tahun, mengingat tekanan berkelanjutan dari media dan netizen.
Reaksi beragam muncul di media sosial. Sebagian netizen memberikan dukungan moral, mengapresiasi keberanian Azizah untuk mengungkapkan perasaan terdalamnya. Namun, tak sedikit pula yang tetap mengaitkan dirinya dengan mantan suami, menudingnya masih menyimpan rasa dendam. Tekanan ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Azizah memutuskan untuk melibatkan tim hukum, menargetkan akun-akun yang dianggap menyebarkan fitnah secara berulang.
Keputusan untuk mencabut laporan dipandang oleh beberapa pengamat sebagai strategi de‑eskalasi. “Dengan menghentikan proses hukum, Azizah memberi sinyal bahwa ia ingin mengalihkan energi ke penyembuhan pribadi, bukan pertempuran hukum yang dapat memperpanjang penderitaan psikologis,” ujar seorang pakar komunikasi media, Dwi Prasetyo. Ia menambahkan bahwa langkah ini dapat membuka ruang bagi dialog yang lebih konstruktif antara publik dan figur publik.
Meskipun laporan dihentikan, Azizah tetap menegaskan batasannya. Dalam curhatan lanjutan, ia meminta publik untuk tidak melibatkan keluarga dalam persoalan pribadinya. “Jangan libatkan orang tua atau keluarga saya dalam hal ini,” tegasnya. Permintaan ini menegaskan bahwa meski ia mengurangi tekanan hukum, ia tidak mengabaikan kebutuhan akan privasi yang lebih luas.
Kasus ini juga menyoroti peran platform digital dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Akun Bigmo dan Rebsob, yang dikenal sebagai penyebar konten viral, sebelumnya menyiarkan spekulasi tanpa dasar mengenai hubungan pribadi Azizah. Keputusan pencabutan laporan memberi pelajaran penting tentang tanggung jawab digital, di mana penyebaran rumor dapat berujung pada konsekuensi hukum yang serius.
Di sisi lain, publikasi curhatan Azizah tetap menjadi bahan perbincangan utama. Ia menyatakan harapannya agar perpisahan dengan Pratama Arhan dapat menghentikan kebencian, namun realita menunjukkan bahwa warganet masih terus menggali masa lalunya. “Aku pikir dengan perpisahan kami, semua kebencian dan kebohongan akhirnya akan berhenti. Ternyata tidak,” katanya dalam satu kutipan.
Kesimpulannya, pencabutan laporan terhadap Bigmo dan Rebsob menandai babak baru dalam dinamika hubungan antara selebriti dan publik. Azizah Salsha tampaknya memilih jalan damai, mengedepankan penyembuhan pribadi dan menolak perpanjangan konflik yang dapat merusak reputasi serta kesejahteraan mentalnya. Keputusan ini sekaligus menjadi peringatan bagi pengguna media sosial agar lebih bijak dalam menyebarkan informasi, terutama yang menyangkut kehidupan pribadi orang lain.
