PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 13 April 2026 | Timnas Putri Indonesia mengalami kemunduran tajam pada laga pembuka FIFA Series 2026 yang digelar di Dragon Solar Park, Thailand, Minggu (12 April 2026). Setelah memanfaatkan peluang penalti pada menit ketujuh lewat Claudia Scheunemann, Garuda Pertiwi sempat menancapkan keunggulan 1-0. Namun, dominasi lawan dari Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) mengubah skor menjadi 1-7 pada akhir pertandingan, sekaligus memaksa Indonesia bermain dengan sepuluh pemain setelah Safira Ika menerima kartu merah pada akhir babak pertama.
Gol pembuka Claudia Scheunemann tercipta dari eksekusi penalti yang tenang, menandakan niat tim untuk mengendalikan ritme permainan. Sayangnya, pertahanan Indonesia mengalami kebocoran cepat. Pada menit ke-22, Merveille Kanjinga Nanguji menyamakan kedudukan setelah menerima umpan terobosan di area penalti. Tak lama kemudian, pada menit ke-28, Flavine Mawete menambah gol Kongo, memanfaatkan celah di lini pertahanan yang masih beradaptasi dengan serangan lawan.
Babak pertama berakhir dengan skor 3-1 untuk DR Kongo setelah Marlene Kasaj menambahkan gol pada waktu tambahan (45+6′). Tekanan terus meningkat di babak kedua. Olga Massombo membuka babak kedua dengan gol pada menit ke-52, diikuti oleh Merveille Kanjinga yang kembali mencetak pada menit ke-59, memperlebar jarak menjadi 5-1. Safira Ika, kapten tim, terpaksa keluar lapangan setelah wasit menunjukkan kartu merah pada akhir babak pertama karena pelanggaran keras di area pertahanan. Keputusan VAR mengonfirmasi pelanggaran tersebut, meninggalkan tim hanya dengan sepuluh pemain.
Dengan satu pemain kurang, Indonesia berjuang keras namun tidak mampu menahan serangan berulang. Farida Feza menutup skor pada menit ke-82, menjadikan hasil akhir 7-1 untuk DR Kongo. Kekalahan ini menempatkan Timnas Putri Indonesia pada posisi kedua di grup, harus bersaing dengan tim asal Oseania, Kaledonia Baru, untuk merebut tempat ketiga pada pertandingan selanjutnya.
Berbagai faktor menjadi sorotan setelah pertandingan. Pertama, ketidaksiapan taktik defensif menghadapi serangan cepat Kongo yang memanfaatkan ruang di sayap. Kedua, kurangnya konsentrasi pada set-piece pertahanan, terlihat dari gol-gol yang dimasukkan melalui bola mati. Ketiga, keputusan wasit yang mengeluarkan kartu merah terhadap Safira Ika menambah beban mental pemain yang tersisa.
Pelatih Satoru Mochizuki menyatakan bahwa pertandingan ini menjadi pelajaran penting bagi skuad. “Kami harus meningkatkan koordinasi lini belakang dan memperbaiki transisi cepat dari pertahanan ke serangan. Meskipun hasilnya mengecewakan, pemain muda kami menunjukkan semangat juang yang patut diapresiasi,” ujarnya dalam konferensi pers pasca laga.
Penampilan Claudia Scheunemann tetap menjadi sorotan positif. Gol penalti pertamanya memberi harapan, dan ia terus menunjukkan kualitas dalam situasi tekanan tinggi. Di sisi lain, Safira Ika, meski harus menelan kartu merah, tetap dianggap sebagai figur kepemimpinan yang penting bagi tim.
Jadwal selanjutnya menampilkan Timnas Putri Indonesia melawan Kaledonia Baru pada 15 April 2026. Kaledonia Baru, yang sebelumnya kalah 0-4 dari Thailand, berada di peringkat ke-100 dunia, sedikit lebih baik daripada peringkat Indonesia yang berada di ke-105. Pertandingan ini menjadi peluang bagi Garuda Pertiwi untuk memulihkan moral dan mengumpulkan poin penting guna melanjutkan penampilan di turnamen.
Secara statistik, Indonesia mencatat 6 tembakan ke arah gawang Kongo, namun hanya satu yang berhasil masuk. Sementara itu, Kongo mencatat 15 tembakan, dengan 7 di antaranya berhasil mengubah skor. Penguasaan bola berada di tangan Kongo dengan persentase 62%.
Kesimpulannya, kekalahan telak 1-7 melawan DR Kongo menegaskan perlunya evaluasi taktik, peningkatan konsistensi defensif, serta pengelolaan disiplin pemain. Timnas Putri Indonesia masih memiliki peluang untuk bangkit di fase berikutnya, namun harus belajar dari kesalahan yang terjadi pada laga pembuka ini.
