PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 Juli 2026 | Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia telah menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Meskipun harga minyak mentah dunia cenderung melandai, Pertamina belum melakukan penyesuaian harga untuk seluruh jenis bahan bakar yang dijual di SPBU.
Penyesuaian harga terakhir dilakukan pada 1 Juli 2026 dengan menurunkan tiga jenis BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Namun, harga Pertamax yang sempat naik tajam pada Juni 2026 masih dipertahankan hingga kini tanpa perubahan.
Antrean panjang di SPBU makin sering terjadi akibat meningkatnya jumlah kendaraan dan penyesuaian kuota BBM. Namun, adopsi motor listrik masih rendah meski dianggap solusi ramah lingkungan. Keterbatasan infrastruktur pengisian daya dan kekhawatiran jarak tempuh membuat masyarakat enggan beralih ke motor listrik.
BPH Migas memantau sejumlah SPBU di Meulaboh, Aceh, dan menemukan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengimbau kepada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) supaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan BBM subsidi.
WRI Indonesia memperingatkan target swasembada energi berisiko sulit tercapai apabila pemerintah hanya berfokus meningkatkan produksi minyak tanpa mengendalikan konsumsi solar. Lembaga tersebut menilai elektrifikasi angkutan barang menjadi salah satu strategi untuk menekan kebutuhan impor bahan bakar sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Konsumsi diesel nasional meningkat 24,5 persen dalam lima tahun terakhir, sementara kapasitas kilang domestik baru mampu memenuhi sekitar 51,6 persen kebutuhan. Berdasarkan analisis WRI Indonesia, Indonesia berpotensi kembali mengimpor solar mulai 2027 apabila tidak ada upaya mengendalikan permintaan.
Penulis berpendapat bahwa pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan BBM subsidi dan mengendalikan konsumsi solar untuk mencapai swasembada energi. Elektrifikasi angkutan barang dapat menjadi salah satu strategi untuk menekan kebutuhan impor bahan bakar sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
