PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 27 Juli 2026 | PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) akan mengincar dana Rp 27,1 triliun dari pelaksanaan rights issue. Perseroan akan menawarkan rights issue 215.096.316.400 per saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah saham itu sebesar 99,78% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah rights issue.
Setiap pemegang 100 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham berhak atas 46.235 HMETD, di mana setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru. Adapun harga pelaksanaan rights issue perseroan sebesar Rp 126 per saham.
Dana rights issue yang diperoleh dari publik dalam bentuk uang akan disalurkan oleh perseroan dalam bentuk pinjaman kepada Borneo Prima yang selanjutnya akan dipakai untuk membiayai sebagian kebutuhan modal kerja yang berkaitan dengan kegiatan operasional.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore, ditutup melemah dipicu oleh sikap hati-hati pelaku pasar/investor atas kenaikan harga minyak mentah global imbas eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. IHSG ditutup melemah 19,17 poin atau 0,30 persen ke posisi 6.315,31.
Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,43 poin atau 0,86 persen ke posisi 627,12. Berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah pada level tertinggi selama enam pekan terakhir, membuat para pelaku pasar cenderung mulai berhati-hati dan melakukan trading jangka pendek.
Pada perdagangan hari ini, IHSG bergerak volatil dan sempat mencapai level tertinggi atau mengalami rebound yang ditopang oleh saham-saham komoditas utamanya energi dan emas seiring kenaikan harga minyak mentah dan emas di tingkat global.
Pada sesi II, kenaikan harga minyak membuat investor bersikap hati-hati, yang mana harga minyak jenis WTI dan jenis Brent masing-masing di atas level 89 dolar AS per barel dan 97 dolar AS per barel, akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Untuk perdagangan besok, IHSG akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah seiring potensi aksi profit taking investor menjelang periode akhir pekan. Diperkirakan jika IHSG breakdown dari level MA5 di sekitar 6.279, maka berpotensi uji level support berikutnya di 6.200-6.250.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Kesimpulan, saham FORU meraup dana Rp 27,1 triliun dari rights issue, sementara IHSG melemah dipicu oleh sikap hati-hati pelaku pasar/investor atas kenaikan harga minyak mentah global.
