PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 April 2026 | Turnamen Piala AFF U-17 2026 menyuguhkan drama kebangkitan yang menginspirasi bagi Timnas Malaysia U-17. Setelah membuka kompetisi dengan kekalahan telak 0-4 melawan Vietnam pada 13 April 2026, skuad Harimau Muda berhasil mengubah nasibnya menjadi cerita kemenangan berlapis, yang kini membawanya ke partai final.
Kekalahan pertama menimbulkan gelombang kritik pedas terhadap pelatih Shukor Adan. Namun, sang pelatih menegaskan bahwa mentalitas para pemain tetap kuat. “Tekad mereka untuk bangkit setelah kekalahan itu yang membawa kami ke semifinal,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Langkah pertama pemulihan dimulai pada laga kedua Grup A, saat Malaysia menumbangkan Timnas Indonesia U-17 dengan skor tipis 1-0. Gol penentu datang dari Ahmad Yusuf Nasrullah melalui eksekusi penalti pada menit ke-45. Kemenangan ini tidak hanya memberi tiga poin, tetapi juga mengembalikan kepercayaan diri skuad.
Berlanjut ke pertandingan ketiga grup, Timnas Malaysia berhasil menambah dua gol tanpa balas melawan Timor Leste, mengamankan posisi kedua grup dan memastikan tiket ke semifinal.
Semifinal melawan Laos di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, menjadi pameran dominasi total. Dari menit ke-3, Ahmad Yusuf Nasrullah membuka keunggulan lewat penalti yang dieksekusi dengan tenang. Lima menit kemudian, Muhammad Aniq Thaqif menambah keunggulan menjadi 2-0. Pada menit ke-57, Ahmad Muzakif Fitri menyelesaikan aksi dengan gol ketiga, mengunci kemenangan 3-0. Laos sempat mendapat kartu merah dan kehilangan satu pemain penting, memperlebar celah pertahanan Malaysia.
- Ahmad Yusuf Nasrullah – 2 gol (penalti)
- Muhammad Aniq Thaqif – 1 gol
- Ahmad Muzakif Fitri – 1 gol
Keberhasilan ini menegaskan kualitas taktik Shukor Adan, yang menekankan disiplin defensif dan serangan balik cepat. Selain itu, kepemimpinan kapten Adam Muqri di lini belakang menjadi faktor kunci dalam menjaga clean sheet hingga akhir pertandingan.
Dengan hasil 3-0, Timnas Malaysia melaju ke final melawan Vietnam, tim yang sebelumnya menghajar mereka dengan selisih empat gol. Pertemuan ini menjanjikan duel penuh strategi, mengingat Vietnam menampilkan lini serang agresif yang pernah memecah pertahanan Malaysia. Namun, pengalaman mengatasi tekanan dan kemampuan bangkit dari kegagalan memberi kepercayaan diri tambahan bagi Harimau Muda.
Para pengamat menilai bahwa final ini akan menjadi ujian sejati bagi mentalitas tim. “Kemenangan Malaysia bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil kerja keras dan adaptasi taktis,” komentar seorang analis sepak bola regional. Seluruh mata kini tertuju pada Stadion Gelora Delta pada 24 April 2026, di mana harapan jutaan pendukung Malaysia menanti kebangkitan lebih lanjut.
Jika Timnas Malaysia berhasil mengulang performa semifinal, mereka tidak hanya akan mencetak sejarah pertama kalinya menjuarai AFF U-17, tetapi juga membuka peluang generasi muda untuk bersaing di level internasional. Sementara itu, Vietnam harus menyiapkan strategi baru untuk mengatasi semangat juang lawan yang kini lebih matang.
Apapun hasil akhirnya, perjalanan Timnas Malaysia U-17 di Piala AFF 2026 akan tetap menjadi contoh nyata bahwa kegagalan awal bukanlah akhir, melainkan batu loncatan menuju kejayaan.
