PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 April 2026 | Jakarta, 22 April 2026 – Tim Aprilia Racing kembali menjadi sorotan utama musim MotoGP 2026 setelah Marco Bezzecchi melontarkan candaan tentang meniru strategi legendaris Valentino Rossi. Pernyataan itu muncul menjelang fase akhir klasemen, di mana persaingan internal antara Bezzecchi dan rekan setimnya, Jorge Martin, kian memanas.
Dalam wawancara eksklusif dengan media Italia, Bezzecchi mengaku berencana “memasang tembok” di garasi tim, mengacu pada taktik Rossi pada tahun 2008 yang melibatkan sekat garasi untuk melindungi rahasia teknis ban. “Tentu saja saya bercanda, tapi saya senang karena itu berarti saya bekerja cukup baik,” ujar Bezzecchi sambil menambahkan, “Karena Martin juga sangat bagus, mungkin saya juga akan menirunya.”
Strategi merendah yang diungkapkan Bezzecchi ternyata tidak hanya sekadar guyonan. Sejak awal musim, ia telah memimpin tiga seri Grand Prix pertama tanpa pernah mengalami kegagalan di hari Minggu. Total 121 lap yang dipimpinnya menjadi rekor baru di MotoGP, sekaligus memperpanjang rangkaian kemenangan hari Minggu menjadi lima balapan beruntun. Statistik tersebut menegaskan posisi Bezzecchi sebagai kandidat kuat untuk gelar juara dunia.
Di sisi lain, Jorge Martin tidak kalah agresif. Setelah meraih dua podium beruntun di Brasil dan Amerika Serikat, serta kemenangan di balapan sprint Austin, Martin terus menempel ketat di papan poin. Selisih empat poin saja memisahkan keduanya menjelang Grand Prix Spanyol, menjadikan duel internal Aprilia sebagai pertarungan yang menegangkan.
- Statistik Bezzecchi: 3 kemenangan, 121 lap terdepan, 0 kegagalan di hari Minggu.
- Statistik Martin: 2 podium, 1 kemenangan sprint, konsistensi tinggi di trek Amerika.
Ketegangan ini juga memicu komentar dari tokoh lain. Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, yang kebetulan menonton balapan, menekankan pentingnya detail kecil dalam menentukan hasil akhir, mengingatkan bahwa strategi di dalam garasi bisa sama krusialnya dengan taktik di lintasan.
Selain fokus pada persaingan internal, perhatian publik juga tertuju pada peran figur legendaris Valentino Rossi. Meskipun sudah pensiun, Rossi tetap menjadi inspirasi bagi generasi muda, termasuk Bezzecchi yang mengakui belajar banyak dari pendekatan mental sang Maestro. Rossi sendiri pernah mengungkapkan bahwa menutup garasi pada masanya merupakan upaya melindungi rahasia teknis tim, sebuah taktik yang kini menjadi bahan candaan namun tetap relevan dalam konteks persaingan modern.
Para analis MotoGP menilai bahwa kehadiran dua pembalap muda dengan performa tinggi di satu tim dapat menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, persaingan internal dapat memacu kedua pembalap untuk memberikan performa maksimal. Di sisi lain, risiko konflik internal dapat mengganggu fokus tim pada pengembangan motor RS‑GP, yang menjadi andalan Aprilia.
Manajer Aprilia, yang tidak disebutkan namanya, mengakui situasi ini “sulit tapi menyenangkan”. Ia menegaskan bahwa tim tetap berkomitmen mengoptimalkan mesin dan strategi balapan, sekaligus menjaga hubungan harmonis antar pembalap. “Kami percaya pada kemampuan masing‑masing, dan persaingan sehat akan memperkuat posisi kami di kejuaraan,” tuturnya.
Menjelang akhir pekan Grand Prix Spanyol, sorotan media dan penggemar akan tertuju pada bagaimana Bezzecchi akan mengeksekusi taktik “menutup garasi” dan apakah Martin dapat menutup celah poin yang ada. Kedua pembalap diperkirakan akan mengandalkan kecepatan di lintasan lurus serta kemampuan mengelola ban, faktor yang sangat dipengaruhi oleh strategi tim.
Jika Bezzecchi berhasil mempertahankan keunggulannya, ia berpotensi mencatatkan musim pertama yang mengesankan sejak bergabung dengan Aprilia, sekaligus menegaskan bahwa pendekatan merendah dan belajar dari legenda tidak mengurangi ambisi menjadi juara dunia. Sebaliknya, jika Martin mampu memanfaatkan momentum dan mengurangi selisih poin, persaingan internal dapat berlanjut hingga akhir musim, menjanjikan pertarungan akhir yang menegangkan.
Apapun hasilnya, satu hal sudah jelas: duel panas antara Bezzecchi dan Martin tidak hanya menambah drama di lintasan, tetapi juga menghidupkan kembali kisah klasik MotoGP tentang persaingan di dalam satu tim, yang pernah menjadi sorotan pada era dominasi tim-tim besar di awal 2000‑an.
