PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 24 April 2026 | Penyerang asal Brasil yang kini mengenakan seragam Arsenal, Gabriel Jesus, sedang berada pada titik kritis dalam kariernya. Musim 2025/2026 ia hanya mencatatkan 21 penampilan di semua kompetisi, dengan tujuh kali menjadi starter, lima gol, dan satu assist. Cedera yang berulang membuatnya jarang mendapat menit bermain, sehingga peluangnya untuk masuk ke skuad Brasil di Piala Dunia 2026 semakin tipis.
Dalam sebuah wawancara dengan Globo Esporte, Jesus mengakui bahwa kurangnya waktu di klub menjadi hambatan utama. Ia mengatakan, “Saya belum bermain untuk klub saya, dan itu menyulitkan karena ada pemain lain yang terus mencetak gol dan tampil baik. Namun saya tetap percaya pada diri sendiri dan kemampuan yang pernah saya tunjukkan.” Pernyataan itu menegaskan tekadnya untuk terus berjuang, meski kompetisi di timnas Brasil semakin ketat di bawah asuhan Carlo Ancelotti.
Selain faktor kebugaran, situasi transfer di Arsenal turut memengaruhi masa depan Jesus. Berita dari JawaPos.com mengabarkan bahwa Arsenal sedang menyiapkan penjualan Kai Havertz dan Gabriel Jesus untuk mendanai kepindahan Julian Alvarez dari Atletico Madrid. Klub London mengincar Alvarez sebagai penyerang utama untuk memperkuat lini serang, dengan perkiraan biaya mencapai 120 juta euro. Penjualan dua pemain senior dipandang sebagai strategi untuk menyeimbangkan buku keuangan sekaligus membuka ruang skuad.
Jika rencana tersebut terwujud, Jesus akan meninggalkan North London pada bursa transfer musim panas. Namun, keputusan itu tidak hanya soal nilai jual, melainkan juga pertimbangan taktik. Arsenal kini tengah mencari striker tipe Erling Haaland yang dapat menjadi penyerang utama dalam upaya menggapai gelar liga dan kompetisi Eropa. Artikel lain menyoroti bahwa Viktor Gyokeres tidak memenuhi ekspektasi, sehingga kebutuhan akan nomor sembilan tetap mendesak.
Di sisi lain, pengalaman Jesus di dua edisi Piala Dunia sebelumnya (2018, 2022) tetap menjadi nilai plus. Ia menekankan kemampuan beradaptasi, baik sebagai penyerang tengah maupun pemain sayap. “Saya dapat mencetak gol, menciptakan peluang, memberikan assist, bahkan membuka ruang bagi rekan. Fleksibilitas itu menjadi keunggulan saya,” ungkapnya. Kemampuan tersebut membuatnya tetap relevan meski tidak selalu menjadi pilihan utama di lini depan.
Statistik pribadi Jesus selama musim ini dapat dirangkum dalam tabel berikut:
| Statistik | Jumlah |
|---|---|
| Penampilan (semua kompetisi) | 21 |
| Mulai sebagai starter | 7 |
| Gol | 5 |
| Assist | 1 |
Untuk kembali masuk radar seleksi Brasil, Jesus harus meningkatkan menit bermain, mencetak gol, dan menunjukkan konsistensi hingga akhir musim. Tanpa itu, peluangnya untuk mendapatkan panggilan ke Piala Dunia 2026 akan semakin menipis. Sementara itu, Arsenal harus menyeimbangkan ambisi kompetitif dengan kebijakan keuangan, menjual pemain senior, dan mengakuisisi talenta baru seperti Alvarez.
Kesimpulannya, Gabriel Jesus berada pada persimpangan penting: apakah ia akan tetap bertahan di Arsenal dan berjuang merebut kembali tempat di timnas, ataukah ia akan dijual untuk mendanai ambisi klub. Kedua skenario menuntut keputusan cepat, baik dari pemain maupun manajemen. Bagi pecinta sepak bola, drama ini menambah warna menjelang Piala Dunia 2026, di mana nama Gabriel Jesus masih berpotensi muncul kembali di panggung internasional.
