PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 04 Agustus 2026 | Dunia musik Indonesia kembali berduka dengan meninggalnya Bambang Sutrisno atau Trisno, bassist PAS Band, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Trisno meninggal dunia di usia 55 tahun karena komplikasi organ vital, termasuk gagal ginjal.
Sebelum meninggal, Trisno masih sempat tampil dalam beberapa pertunjukan. Penampilan terakhirnya bersama PAS Band berlangsung dalam acara Hari Ulang Tahun Bogor, sementara aksi panggung terakhir bersama proyek musik pribadinya digelar beberapa pekan lalu.
Bengbeng, gitaris PAS Band sekaligus kakak kandung Trisno, mengenang momen-momen terakhir bersama adiknya. Ia menyebut Trisno sebagai sosok penting yang menciptakan aransemen lagu-lagu hits dan rumit.
Sebelum wafat, Trisno sempat bernostalgia dan minta didengarkan murotal Al-Qur’an serta lagu-lagu awal mereka ngeband. Pemakaman digelar haru di TPU Cikutra, Bandung, Minggu, 2 Agustus 2026, dihadiri keluarga dan para musisi yang melepas kepergian sosok supel tersebut.
Trisno dikenal sebagai bassist dengan karakter permainan yang khas. Ia turut membangun karakter dan melahirkan karya di dalam album-album PAS Band. Tak hanya itu, ia juga menciptakan beberapa lagu populer bersama bandnya, seperti “Permata yang Hilang”, “Jengah”, dan “Schiebung des Mädchen”.
Bengbeng menyebut almarhum Trisno adalah sosok di balik lahirnya lagu-lagu PAS Band yang rumit, progresif, dan hits. Duka mendalam menyelimuti Bengbeng usai ditinggal istri dan kini disusul sang adik yang menjadi rekan diskusi musiknya.
Saat dirawat di RS, almarhum sempat meminta diperdengarkan murottal Al-Qur’an dan lagu-lagu awal perjalanan PAS Band. Permintaan terakhir ini menjadi kenangan terakhir yang mendalam bagi Bengbeng dan keluarga.
Kondisi kesehatan Trisno sudah menurun dalam beberapa bulan terakhir. Ia mengalami komplikasi berupa penyumbatan pembuluh darah di otak yang mengharuskannya menjalani operasi. Setelah tindakan tersebut, ia mengalami kejang-kejang.
Trisno meninggalkan kenangan yang mendalam bagi penggemar dan rekan-rekannya di dunia musik. Ia akan selalu diingat sebagai bassist berbakat yang telah melahirkan karya-karya yang tak terlupakan.
Kehilangan Trisno menjadi duka yang mendalam bagi dunia musik Indonesia. Namun, warisan musiknya akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi musisi masa depan.
