PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 24 April 2026 | Tim SAR (Search and Rescue) daerah Sulawesi Barat melanjutkan upaya pencarian Doli, seorang pria berusia 38 tahun yang hilang sejak Senin pagi di wilayah Sungai Nyireh, Kabupaten Polewali Mandar. Menanggapi ancaman serangan buaya yang belakangan ini semakin menakutkan, tim SAR mengerahkan peralatan khusus anti buaya, termasuk jaring anti serang dan perahu berperisai, untuk memastikan keselamatan para relawan dan mengurangi risiko kecelakaan.
Insiden serupa baru-baru ini terjadi di Sungai Mandar, Polman, ketika seorang warga bernama Muhlis (50) tewas setelah diterkam buaya berukuran empat meter. Korban mengalami luka pada leher dan dada akibat gigitan. Warga setempat melaporkan bahwa buaya menyeret tubuh korban ke dalam sungai sebelum akhirnya dilepaskan oleh para penolong. Kejadian ini menandai serangan ketiga buaya di wilayah tersebut dalam kurun waktu singkat, meningkatkan kecemasan penduduk sekitar sungai.
Berbekal pengalaman dari insiden Mandar, aparat kepolisian, camat, dan tim SAR berkoordinasi untuk menyiapkan strategi pencarian yang lebih aman. Peralatan anti buaya yang dipakai meliputi jaring tahan karat berukuran besar yang dapat dipasang di tepi sungai untuk mencegah buaya mendekati area pencarian, serta lampu sorot berdaya tinggi yang dapat mengusir reptil nocturnal. Selain itu, tim menggunakan perahu dengan dinding pelindung khusus yang terbuat dari bahan komposit, sehingga bila terjadi kontak langsung, risiko kerusakan dapat diminimalkan.
Menurut Lurah Tinambung, Ali Sadikin, pencarian Doli dimulai pada pukul 06.00 WIB dengan melibatkan sekitar dua puluh relawan lokal, petugas SAR, serta aparat desa. Selama proses pencarian, tim melakukan pemantauan intensif menggunakan drone berteknologi thermal imaging untuk mendeteksi suhu tubuh manusia di antara vegetasi lebat dan aliran air. Data yang diperoleh membantu mengarahkan tim ke area yang paling potensial.
Selama operasi, satu tim khusus yang dipimpin oleh Kapten Andi Pratama menguji coba jaring anti buaya di titik masuk sungai yang sering menjadi jalur migrasi reptil. Hasil uji coba menunjukkan bahwa jaring dapat menahan buaya berukuran hingga tiga meter tanpa mengganggu aliran air secara signifikan. Dengan keberhasilan ini, jaring dipasang di beberapa titik strategis di sepanjang Sungai Nyireh, termasuk area yang diperkirakan Doli mungkin terperangkap.
Selain teknologi, pendekatan humanis tetap menjadi fokus utama. Tim SAR berkoordinasi dengan keluarga Doli, memberikan update rutin melalui posko komunikasi di desa Tinambung. Keluarga Doli, yang dipimpin oleh istrinya, Siti Nurhaliza, menyatakan harapan besar bahwa penggunaan peralatan anti buaya dapat mempercepat penemuan suaminya tanpa menambah risiko bagi para penolong.
Sementara itu, Camat Tinambung, Muhammad Rifai, menegaskan bahwa penanganan buaya liar akan terus menjadi prioritas. “Kami akan terus bekerja sama dengan tim gabungan, termasuk Balai Konservasi Sumber Daya Alam, untuk menangkap atau memindahkan buaya yang dianggap berbahaya,” ujarnya. Upaya ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan kasus pencarian Doli, tetapi juga meningkatkan rasa aman warga yang bergantung pada sungai untuk aktivitas sehari-hari, seperti mandi, memancing, dan transportasi.
Sejauh ini, pencarian Doli belum menemukan hasil yang pasti, namun tim SAR tetap optimis. Dengan dukungan peralatan anti buaya, pemantauan drone, dan kolaborasi lintas lembaga, diharapkan operasi dapat berlanjut tanpa insiden tambahan. Warga di sekitar Sungai Nyireh diimbau untuk tetap waspada, menghindari area yang diperkirakan menjadi jalur migrasi buaya, dan melaporkan segala aktivitas mencurigakan kepada petugas setempat.
Ke depannya, pemerintah daerah berencana mengalokasikan anggaran khusus untuk pengadaan lebih banyak peralatan anti buaya dan pelatihan teknis bagi tim SAR. Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi konflik manusia‑satwa di wilayah pesisir sungai, sekaligus melindungi nyawa warga yang tinggal di sekitar ekosistem air tawar.
Dengan kombinasi teknologi modern dan pengalaman lapangan, pencarian Doli menjadi contoh nyata bagaimana kesiapsiagaan dan inovasi dapat bersinergi dalam menghadapi tantangan alam yang berbahaya.
