Agensi Jisoo Buka Suara Usai Rumor Kasus Kakaknya Menggema

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 24 April 2026 | Jumat, 24 April 2026 – Isu dugaan pelanggaran seksual yang melibatkan seorang pria berinisial A, yang sempat disebut sebagai kakak Jisoo, anggota grup K‑pop BLACKPINK, kembali memanas setelah nama agensi yang menaungi artis tersebut, BLISSOO, mengeluarkan pernyataan resmi. Menurut informasi yang beredar, pria itu ditangkap polisi karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang broadcast jockey (BJ) pada pertengahan April.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin, 20 April 2026, kuasa hukum BLISSOO, Eun Hyun Ho dari firma Kim & Chang, menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan Jisoo secara pribadi maupun dengan agensi yang mengelola kariernya. “Informasi yang beredar di internet merupakan spekulasi tidak terkonfirmasi dan fitnah,” tegasnya. Pengacara tersebut menambahkan bahwa Jisoo sudah hidup secara mandiri sejak masa trainee dan tidak berada dalam posisi mengetahui urusan keluarga secara detail, termasuk kasus yang melibatkan saudara laki-lakinya.

Baca juga:

Selain menolak hubungan pribadi antara Jisoo dan pelaku, BLISSOO juga membantah klaim bahwa pria berinisial A menjabat sebagai CEO atau kepala manajemen di agensi tersebut. Klaim tersebut sempat muncul setelah nama seorang “Kim” muncul di kredit judul drama Netflix terbaru Jisoo, “Boyfriend on Demand”, dengan jabatan “kepala manajemen”. Penelusuran lebih lanjut menemukan bahwa nama yang sama juga tercantum dalam kredit drama Prime Video “Newtopia” serta dalam foto meet‑and‑greet Jisoo tahun lalu.

Setelah kasus pelecehan seksual menjadi sorotan publik, tim produksi “Boyfriend on Demand” mengeluarkan klarifikasi. Mereka menyatakan bahwa penghapusan nama tersebut merupakan hasil koreksi administratif internal dan tidak berhubungan dengan isu pelecehan yang sedang menyita perhatian. “Tidak lama setelah rilis awal Maret, kami menemukan kesalahan dalam kredit manajemen aktor akibat kekeliruan perusahaan produksi. Perubahan segera dilakukan,” ujar perwakilan produksi.

Kasus ini pertama kali mencuat pada 16 April, ketika seorang pengguna media sosial mengklaim bahwa pria berinisial A telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang BJ. Tak lama kemudian, seorang bernama Y mengaku sebagai istri pria tersebut dan menyebutkan dirinya menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), menambah kompleksitas kasus yang sudah menegangkan.

Baca juga:

Berbagai pihak kini menelusuri jejak digital terkait nama “Kim” yang sempat muncul dalam kredit. Beberapa netizen mengamati perbedaan tampilan kredit sebelum dan sesudah kasus, menyimpulkan bahwa penghapusan nama tersebut mengindikasikan adanya keterkaitan yang ingin disembunyikan. Namun, agensi menegaskan kembali bahwa tidak ada hubungan struktural antara pelaku dengan manajemen Jisoo, serta menolak segala tuduhan bahwa agensi secara sengaja menutupi fakta.

Polisi masih melanjutkan penyelidikan, sementara pihak keluarga Jisoo memilih untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut. Di sisi lain, penggemar Jisoo (yang dikenal sebagai “Jisoo Stans”) membagi pendapat; sebagian menuntut transparansi total, sementara lainnya mendukung pernyataan agensi dan menolak penyebaran rumor tanpa bukti yang jelas.

Berita ini menyoroti tantangan yang dihadapi artis K‑pop dalam menjaga citra publik di tengah rumor yang mudah menyebar lewat media sosial. Kasus serupa sebelumnya pernah melibatkan artis lain, menimbulkan perdebatan tentang tanggung jawab agensi dalam mengelola krisis reputasi serta perlunya prosedur klarifikasi yang cepat dan akurat.

Baca juga:

Untuk menanggapi situasi, BLISSOO berjanji akan terus memantau perkembangan penyelidikan dan memastikan bahwa setiap pernyataan yang dikeluarkan didasarkan pada fakta yang terverifikasi. Mereka juga menekankan komitmen untuk melindungi privasi Jisoo serta semua pihak yang terlibat, termasuk korban pelecehan yang kini berada di bawah perlindungan hukum.

Dengan berlalunya beberapa hari sejak pernyataan resmi, sorotan media tetap terpusat pada proses hukum dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil oleh industri hiburan. Masyarakat luas menantikan hasil akhir penyelidikan serta klarifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *