Kasus Korupsi MBG: Tiga Pimpinan BGN Jadi Tersangka, Diduga Selewengkan Insentif SPPG

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 08 Juni 2026 | Kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) semakin berkembang. Tiga mantan pimpinan BGN, yaitu Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Mereka diduga terlibat dalam penyimpangan tata kelola MBG, termasuk penyelewengan insentif yang diberikan kepada Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).

Menurut Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi, BGN memberikan insentif sebesar Rp6 juta per hari kepada SPPG. Namun, tiga tersangka diduga menyelewengkan insentif tersebut untuk keuntungan pribadi.

Baca juga:

Kasus ini terungkap setelah Kejagung melakukan penggeledahan dan memeriksa Dadan, Lodewyk, dan Sony di Gedung Bundar. Penetapan tersangka dilakukan setelah Kejagung melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan. Dirdik Jampidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan bahwa penyidik masih belum berfokus pada tindak pidana pencucian uang (TPPU), melainkan masih penyidikan murni penyidikan tindak pidana korupsi.

Kuasa hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti, mengungkapkan bahwa kliennya mencatat ada lebih dari 20 nama yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG. Krisna menyebutkan bahwa Sony bakal mengungkap nama-nama tersebut kepada para penyidik. Sementara itu, Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung diduga bekerja sama untuk mengkorupsi anggaran MBG, dengan mengetahui borok masing-masing.

Baca juga:

Kasus korupsi MBG ini menjadi perhatian publik karena melibatkan anggaran negara yang besar. Pada tahun 2025, negara menganggarkan Rp 85,27 triliun untuk pelaksanaan program MBG, dan pada tahun 2026, anggaran tersebut meningkat menjadi Rp 268 triliun. Kasus ini juga menunjukkan bahwa penyelewengan anggaran negara dapat terjadi jika tidak ada pengawasan yang ketat.

Untuk itu, perlu dilakukan penyidikan yang lebih lanjut untuk mengungkapkan seluruh aktor yang terlibat dalam kasus korupsi MBG. Penyidikan yang transparan dan akuntabel dapat membantu memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *