PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 09 Agustus 2026 | Belakangan ini, kasus penipuan online atau cyber fraud meningkat secara signifikan. Polisi Hyderabad, India, baru-baru ini mengeluarkan peringatan kepada warga, khususnya wanita, untuk waspada terhadap penipuan ‘rent-a-boyfriend’ yang beredar di media sosial. Penipu menggunakan profil palsu untuk menarik korban dan mengambil uang serta informasi pribadi mereka.
Sementara itu, New Zealand juga mengambil tindakan serius dengan mengeluarkan sanksi terhadap 33 individu dan entitas yang diduga mendukung perang Rusia di Ukraina. Sanksi ini juga menargetkan aktor cyber yang berbahaya dan propagandis yang menggunakan teknologi untuk mempengaruhi opini publik.
Di India, Institut Teknologi India (IIT) Ropar bekerja sama dengan Central Industrial Security Force (CISF) untuk mengembangkan kemampuan keamanan siber yang lebih baik bagi petugas keamanan bandara. Program ini bertujuan untuk melindungi infrastruktur bandara yang kritikal dari ancaman cyber.
Polisi juga menangkap seorang penipu yang berpura-pura sebagai komisaris korporasi Coimbatore untuk menargetkan pejabat sipil. Penipu ini menggunakan foto yang diambil dari internet untuk membuat profil palsu dan menghubungi korban melalui media sosial.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan online dan melaporkan setiap kegiatan mencurigakan kepada pihak berwenang. Dengan bekerja sama, kita dapat mengurangi dampak penipuan cyber dan membuat internet menjadi tempat yang lebih aman bagi semua orang.
Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa penipuan cyber dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan dapat menargetkan siapa saja. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas atau menawarkan kesempatan yang terlalu baik untuk dipercaya.
