Indonesia Kuat Kutuk Serangan Israel, Duka Mendalam atas Gugurnya Praka Rico Pramudia di Lebanon Selatan

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 April 2026 | Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, 31 tahun, meninggal dunia setelah dirawat selama hampir sebulan di rumah sakit St. George, Beirut, akibat luka serius yang diderita pada serangan proyektil di pos UNIFIL Adchit al‑Qusayr pada 29 Maret 2026. Kejadian ini menambah deretan korban TNI yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan selama satu bulan terakhir.

UNIFIL menyatakan kesedihan mendalam atas wafatnya Praka Rico, sekaligus mengirimkan belasungkawa resmi kepada pemerintah serta rakyat Republik Indonesia. Pihak PBB menegaskan bahwa serangan terhadap personel penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan internasional, Resolusi Dewan Keamanan 1701, dan berpotensi masuk dalam kategori kejahatan perang.

Baca juga:

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia secara tegas mengutuk keras serangan yang diduga berasal dari Israel. Dalam pernyataan tertulis, Kemlu menegaskan bahwa Indonesia menuntut penyelidikan menyeluruh oleh Perserikatan Bangsa‑Bangsa untuk mengungkap fakta-fakta di balik insiden tersebut, serta menegaskan komitmen negara dalam mendukung proses perdamaian di kawasan tersebut.

Insiden 29 Maret bukanlah satu‑satunya peristiwa yang menimpa kontingen Garuda (Konga) TNI di Lebanon. Sebelumnya, pada 29 Maret, Praka Farizal Rhomadhon tewas dalam serangan artileri yang sama, sementara pada 30 Maret dua perwira TNI, Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, gugur dalam serangan terhadap konvoi pasukan. Total empat prajurit TNI telah gugur, dengan tambahan tujuh lainnya mengalami luka ringan hingga berat.

Berikut rangkuman korban TNI dalam periode tersebut:

Baca juga:
  • Praka Farizal Rhomadhon – gugur pada 29 Maret.
  • Praka Rico Pramudia – meninggal pada 24 April setelah perawatan intensif.
  • Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar – gugur pada 30 Maret.
  • Sertu Muhammad Nur Ikhwan – gugur pada 30 Maret.
  • Praka Bayu Prakoso – luka ringan, sudah mendapat perawatan.
  • Praka Arif Kurniawan – luka ringan, sudah mendapat perawatan.

Keluarga Praka Rico, yang berasal dari Aceh, kini harus menanggung duka mendalam. Istri dan anaknya berada di Aceh dan menerima dukungan moral serta bantuan santunan dari Asabri. Kementerian Pertahanan juga menyampaikan belasungkawa resmi, menekankan bahwa pengorbanan prajurit TNI dalam misi perdamaian internasional merupakan wujud dedikasi tinggi terhadap keamanan global.

Reaksi internasional pun tidak luput. Pemerintah Perancis, yang juga menurunkan dua prajurit dalam serangan pada 18 April, mengirimkan pernyataan duka cita. Sementara itu, PBB melalui UNIFIL menegaskan pentingnya kepatuhan semua pihak terhadap hukum internasional dan menuntut perlindungan maksimal bagi personel PBB di zona konflik.

Dalam menanggapi kejadian ini, Kemlu menegaskan bahwa Indonesia akan terus memperjuangkan penyelidikan independen serta menuntut pertanggungjawaban atas segala pelanggaran hukum humaniter. “Indonesia tidak dapat menerima tindakan yang menargetkan personel perdamaian, dan kami menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati mandat UNIFIL serta menegakkan hukum internasional,” ujar juru bicara Kemlu.

Baca juga:

Keempat prajurit TNI yang telah gugur akan dimakamkan secara militer di Tanah Pusaka, dengan upacara militer penuh penghormatan. Pemerintah Indonesia juga berjanji akan meningkatkan perlindungan bagi personel yang ditempatkan dalam misi berisiko tinggi, termasuk meninjau prosedur evakuasi dan perawatan medis di daerah konflik.

Kasus ini menambah ketegangan di wilayah perbatasan Lebanon‑Israel, di mana pertukaran tembakan dan serangan artileri kerap terjadi. Masyarakat internasional menunggu hasil penyelidikan PBB yang diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai pelaku serangan serta langkah-langkah preventif di masa mendatang.

Dengan meninggalnya Praka Rico Pramudia, Indonesia kembali menunjukkan solidaritas kuatnya terhadap misi perdamaian PBB, sambil menegaskan komitmen untuk menuntut keadilan dan menolak segala bentuk agresi yang mengancam keamanan pasukan penjaga perdamaian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *