PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 31 Mei 2026 | Perum Bulog memastikan harga ekspor beras Indonesia ke Malaysia akan dipatok di atas harga eceran tertinggi (HET) domestik. Kebijakan tersebut disiapkan untuk meningkatkan keuntungan petani sekaligus memperkuat penerimaan negara dari sektor pangan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan penentuan harga ekspor dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia tidak menjual beras terlalu murah di pasar internasional. “Karena sesuai arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) kemarin harga yang kita ekspor harus menguntungkan untuk petani, untuk bangsa dan negara kita,” ujar Rizal.
Menurut Rizal, harga ekspor beras Indonesia ke Malaysia berpotensi lebih tinggi dibandingkan penawaran awal dari pihak Malaysia yang berada di kisaran Rp16.000 per kilogram. “Ya, insya Allah seperti itu ya, harga ekspor beras di atas Rp16.000 per kilogram,” katanya.
Bulog bersama tim dari Kementerian Pertanian dijadwalkan melakukan kunjungan ke Sarawak, Malaysia, usai Idul Adha 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk membahas detail ekspor beras Indonesia, termasuk jumlah kebutuhan dan harga final yang akan disepakati kedua negara.
Perwakilan Bulog dan Kementerian Pertanian akan membahas skema distribusi beras, termasuk kemungkinan pengiriman langsung dari pelabuhan ke pelabuhan atau pembelian dilakukan pihak Malaysia melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Rizal menegaskan Bulog masih akan berkoordinasi dengan jajaran internal, termasuk direktur pemasaran serta Menteri Pertanian yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, untuk menentukan harga terbaik sebelum ekspor resmi dilakukan.
Dengan kebijakan ekspor ini, diharapkan Indonesia dapat memperkuat posisi perdagangan pangan serta meningkatkan penerimaan negara dari sektor pangan.
