PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 April 2026 | Jumat pagi, 24 April 2026, Kementerian Pertahanan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, menjadi saksi silaturahmi Menhan dengan sejumlah purnawirawan TNI. Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menyambut para sesepuh militer dalam sebuah pertemuan tertutup yang menekankan pentingnya sinergi antara generasi aktif dan senior TNI.
Pertemuan dimulai sekitar pukul 08.50 WIB dengan kedatangan Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, serta Wakil Panglima Jenderal Tandyo Budi Revita. Kedua pejabat tinggi TNI tiba bersama rombongan yang dipimpin oleh Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah. Seluruh tamu dipandu menuju ruang Bhineka Tunggal Ika (BTI) untuk melanjutkan agenda.
Daftar hadir meliputi para purnawirawan perwira tinggi yang pernah memegang posisi strategis dalam sejarah pertahanan Indonesia. Berikut adalah beberapa nama utama yang tercatat hadir:
- Jenderal (Purn) Wiranto
- Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo
- Jenderal (Purn) Andika Muhammad Perkasa
- Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman
- Jenderal (Purn) Agum Gumelar
- Laksamana (Purn) Yudo Margono
- Laksamana (Purn) Agus Suhartono
- Marsekal (Purn) Djoko Suyanto
- Marsekal (Purn) Imam Sufaat
- Letjen (Purn) Kiki Syahnakri
Mayoritas purnawirawan hadir dengan pakaian batik, menandakan nuansa kebangsaan sekaligus menghormati tradisi silaturahmi. Sementara perwira aktif mengenakan seragam dinas lengkap, mencerminkan kedisiplinan militer.
Dalam sambutannya, Menhan Sjafrie menekankan dua prinsip fundamental yang menjadi landasan pengabdian TNI kepada negara. Ia menegaskan bahwa TNI merupakan turunan historis Angkatan 45, yang tetap menjadi penjuru utama pembangunan pertahanan nasional. “Kami ingin bersilaturahmi dengan para sesepuh, para senior, dan para purnawirawan TNI untuk mendengarkan masukan mereka dalam rangka memperkuat kebijakan pertahanan,” ujarnya.
Salah satu topik utama yang dibahas adalah isu overflight clearance bagi pesawat militer Amerika Serikat di wilayah udara Indonesia. Kabiro Infohan Setjen Kemhan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa Menhan baru-baru ini melakukan pertemuan dengan Secretary of War Amerika Serikat, Pete Hegseth, di Pentagon. Hasil pertemuan tersebut dibagikan kepada para purnawirawan sebagai bahan pertimbangan strategis. Para purnawirawan memberikan analisis mereka, menyoroti kebutuhan akan kepastian hukum dan dampak geopolitik terhadap kedaulatan udara Indonesia.
Selain isu overflight, diskusi juga meluas ke modernisasi alutsista, penguatan postur TNI, serta pengembangan sumber daya manusia. Gatot Nurmantyo menekankan pentingnya integrasi teknologi digital dalam sistem pertahanan, sementara Dudung Abdurachman mengusulkan peningkatan kapasitas logistik untuk operasi lintas wilayah. Wiranto, yang memiliki pengalaman luas di bidang keamanan nasional, menyoroti perlunya koordinasi yang lebih erat antara TNI, Polri, dan lembaga keamanan lainnya.
Menhan menutup pertemuan dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap berlandaskan pada prinsip konstitusi dan kepentingan nasional. Ia menambahkan bahwa masukan dari para purnawirawan akan dijadikan bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan pertahanan ke depan, termasuk rencana pengembangan kekuatan defensif aktif yang responsif terhadap dinamika kawasan.
Acara berakhir pada siang hari setelah serangkaian diskusi intensif. Meskipun materi detail belum dipublikasikan, pertemuan ini menunjukkan upaya pemerintah untuk menjaga kontinuitas pengetahuan strategis antara generasi militer aktif dan veteran yang telah mengabdi selama puluhan tahun.
