Veda Ega Pratama Bersiap Rebut Podium di Moto3 Jerez 2026 Setelah Kegagalan di Austin

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 April 2026 | Veda Ega Pratama, pembalap berusia 17 tahun yang mewakili Honda Team Asia, kembali menyiapkan diri untuk seri Moto3 Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez. Setelah mengalami kegagalan di Austin, Texas pada akhir Maret, sang rider bertekad menebus kekalahan dengan mengincar poin maksimal di trek yang sudah tidak asing baginya.

Seri Jerez berlangsung pada 24–26 April 2026 dan menjadi ajang penting bagi Veda, mengingat tiga minggu jeda kompetisi memberinya kesempatan untuk melakukan evaluasi mendalam. Dalam pernyataan resmi tim, Veda menyampaikan rasa senang dapat kembali beraksi setelah istirahat, menekankan pentingnya latihan intensif dan penyesuaian strategi demi performa optimal.

Baca juga:

Pada sesi latihan bebas pertama (FP1) Jumat 24 April, Veda menempati posisi ke‑24 dengan waktu terbaik 1 menit 46,808 detik. Hasil ini masih 1,975 detik lebih lambat dari pembalap lokal Maximo Quiles yang memimpin sesi. Meskipun berada di papan belakang, catatan balap Veda tetap menonjol karena ia pernah menjuarai podium ketiga pada Red Bull MotoRookies Cup 2025 di trek yang sama.

Pengalaman di Jerez memang menjadi modal utama Veda. Ia pertama kali menjejak lintasan tersebut pada Red Bull Rookies Cup 2024, lalu kembali pada 2025 dan berhasil meraih podium ketiga pada Race satu. Keberhasilan tersebut menegaskan kecocokan gaya mengemudi Veda dengan karakter teknikal Jerez yang menuntut presisi pada setiap sektor.

  • Usia: 17 tahun
  • Tim: Honda Team Asia
  • Rekor penting: Podium ketiga Red Bull MotoRookies Cup 2025 di Jerez
  • Hasil FP1 Moto3 Spanyol 2026: Posisi 24, 1:46.808
  • Target: Memperbaiki waktu untuk masuk Q2 dan berjuang meraih podium

Tim mekanik Honda Team Asia mengakui tantangan besar dalam menyesuaikan setelan motor Moto3 versi 2026 agar lebih selaras dengan gaya mengemudi Veda. Selisih hampir dua detik dari pembalap terdepan menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan melalui sesi latihan sore dan kualifikasi kedua (Q2).

Baca juga:

Selain Veda, rekan setimnya Zen Mitani juga mengalami kesulitan, berakhir di posisi ke‑26 pada FP1. Kedua rider diharapkan dapat meningkatkan performa pada sesi latihan sore untuk menembus zona 14 besar, yang menjadi syarat masuk Q2. Jika berhasil, Veda berpeluang mengamankan tiket langsung ke fase kualifikasi berikutnya.

Strategi Veda pada akhir pekan Jerez berfokus pada tiga aspek utama: stabilitas mesin, konsistensi lintasan masuk tikungan, dan pemanfaatan slipstream pada lintasan lurus. Ia menegaskan bahwa trek Jerez, dengan panjang 4,4 kilometer dan kombinasi tikungan teknis, menuntut pengendara untuk menjaga kecepatan tinggi tanpa mengorbankan kontrol.

Jerez adalah trek yang sudah saya kenal, dan saya menyukai tata letaknya. Trek ini cukup teknis dan Anda perlu presisi di setiap sektor, kata Veda dalam keterangan resmi tim. Jadi penting untuk memulai dengan kuat dari sesi pertama dan membangun kepercayaan diri selangkah demi selangkah.

Baca juga:

Jika Veda dapat memperbaiki catatan waktunya pada sesi practice sore, ia berpotensi menembus posisi 14 besar, membuka jalan bagi penampilan kuat di kualifikasi kedua. Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan peluang meraih podium, tetapi juga memberikan dorongan moral bagi pembalap muda Indonesia dalam persaingan kelas dunia.

Secara keseluruhan, akhir pekan Moto3 di Jerez menjadi momen krusial bagi Veda Ega Pratama untuk membuktikan bahwa kegagalan di Austin bukanlah akhir perjalanan. Dengan dukungan tim, pengalaman sebelumnya di sirkuit yang sama, dan tekad kuat untuk bangkit, rider asal Gunungkidul ini siap menorehkan sejarah baru bagi balap motor Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *