PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 13 Agustus 2026 | Senator Demokrat Amerika Serikat, Chris Murphy, menyatakan bahwa Presiden Donald Trump telah kalah dalam perang melawan Iran. Menurutnya, perang yang berkepanjangan telah melemahkan Amerika Serikat dan memperkuat Iran.
Murphy mengatakan bahwa perang telah membuat Amerika menjadi semakin lemah, sementara Iran menjadi semakin kuat. Ia juga menambahkan bahwa biaya pembukaan kembali Selat Hormuz terus meningkat, sementara negosiasi tetap buntu.
Ia mengatakan bahwa ia akan mendukung kesepakatan yang buruk untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Murphy juga menyoroti bahwa perang telah merugikan masyarakat Amerika, terutama kenaikan harga.
Menurut Murphy, perang yang berkepanjangan telah membawa AS ke posisi yang semakin sulit. Di satu sisi, Washington harus menghadapi konsekuensi ekonomi dan biaya militer yang terus membengkak. Di sisi lain, Iran dinilai justru semakin mampu bertahan dan memperkuat posisinya.
Murphy menilai bahwa kelanjutan operasi militer tidak menghasilkan keuntungan strategis yang sepadan bagi Washington. Sebaliknya, konflik yang berkepanjangan justru memperkuat posisi tawar Tehran.
Ia mengatakan bahwa Trump bisa saja berada dalam posisi terpaksa menerima sebuah kesepakatan yang dianggap “buruk” demi menghentikan perang dan menarik pasukan AS dari konflik.
Kritik Murphy muncul bersamaan dengan laporan tentang kemungkinan langkah baru Trump untuk mengakhiri konflik. Menurut laporan tersebut, Trump sedang mempertimbangkan opsi untuk menghentikan perang tanpa terlebih dahulu memperoleh kesepakatan final mengenai persoalan nuklir Iran.
Dalam kesimpulan, perang antara Amerika Serikat dan Iran telah berkepanjangan dan telah membawa dampak yang signifikan bagi kedua negara. Senator Chris Murphy menyatakan bahwa Amerika Serikat telah kalah dalam perang ini dan bahwa perang telah melemahkan Amerika Serikat dan memperkuat Iran.
