PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 11 Mei 2026 | Iran's Islamic Revolutionary Guards mengancam akan menargetkan situs-situs AS di Timur Tengah jika tanker-tanker mereka diserang, demikian dilaporkan media Iran, saat Washington menunggu respon Tehran terhadap posisi bernegosiasi terbaru mereka.
Abbas Araqchi, Deputi Menteri Luar Negeri Iran, telah menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir karena perannya dalam negosiasi antara Iran dan AS. Ia telah berusaha untuk menemukan solusi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak, namun upayanya telah diwarnai dengan ancaman dan tekanan dari kedua sisi.
Pada hari Sabtu, Iran's Islamic Revolutionary Guards mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa mereka akan menargetkan situs-situs AS di Timur Tengah jika tanker-tanker mereka diserang. Ini merupakan eskalasi ketegangan antara Iran dan AS, yang telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Abbas Araqchi telah berusaha untuk menenangkan situasi dengan mengadakan pertemuan dengan pejabat AS dan negara-negara lain. Namun, upayanya telah dihadang oleh ketidakpercayaan dan kecurigaan dari kedua belah pihak.
Ketegangan antara Iran dan AS telah meningkat sejak penarikan AS dari Perjanjian Nuklir Iran pada tahun 2018. Sejak itu, kedua negara telah terlibat dalam serangkaian konflik dan ancaman, yang telah mempengaruhi keamanan dan stabilitas di Timur Tengah.
Dalam beberapa hari terakhir, situasi telah semakin memburuk, dengan Iran mengancam untuk meningkatkan kemampuan nuklir mereka dan AS mengancam untuk mengambil tindakan militer. Abbas Araqchi telah berusaha untuk mencegah eskalasi konflik, namun upayanya telah dihadang oleh ketidakpercayaan dan kecurigaan dari kedua belah pihak.
Kesimpulan dari situasi ini adalah bahwa ketegangan antara Iran dan AS telah meningkat, dan upaya untuk menenangkan situasi telah dihadang oleh ketidakpercayaan dan kecurigaan dari kedua belah pihak. Abbas Araqchi telah berusaha untuk menemukan solusi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak, namun upayanya telah diwarnai dengan ancaman dan tekanan dari kedua sisi.
