PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 Agustus 2026 | Di Indonesia, terdapat berbagai tradisi unik yang masih dipraktekan hingga saat ini. Salah satu tradisi tersebut adalah tradisi tolak bala, yang dilakukan untuk memohon perlindungan dari Allah SWT dari berbagai bala, musibah, dan penyakit. Tradisi ini memiliki sejarah yang panjang dan diyakini memiliki makna yang mendalam.
Salah satu contoh tradisi tolak bala adalah Meujeulateh, yang dilakukan oleh warga Gampong Ie Itam Baroh, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat. Tradisi ini dilakukan pada Rabu Abeh, yang jatuh pada tanggal 28 Safar 1448 Hijriah. Pada hari ini, warga akan melakukan prosesi Meujalateh, yang dimulai dari titik perbatasan Gampong Ie Itam Baroh dengan Gampong Ie Itam Tunong.
Selain Meujeulateh, terdapat juga tradisi Bejiu Safar, yang dilakukan oleh Suku Tidung di Nunukan. Tradisi ini dilakukan pada bulan Safar, yang diyakini sebagai bulan yang penuh dengan bala dan musibah. Pada hari ini, warga akan melakukan ritual mandi bersama, yang dilengkapi dengan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa khusus.
Tradisi tolak bala juga dilakukan di Malinau, Kalimantan Utara. Pada Rabu terakhir bulan Safar, warga akan melakukan prosesi mandi salamun, yang dilengkapi dengan penyiraman air doa dan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an. Prosesi ini diyakini sebagai ikhtiar menolak bala dan memohon perlindungan dari Allah SWT.
Untuk memahami makna dan sejarah di balik tradisi tolak bala, perlu dipahami bahwa tradisi ini memiliki akar yang dalam dalam kebudayaan dan agama. Tradisi ini diyakini sebagai bentuk ekspresi rasa syukur dan kepercayaan kepada Allah SWT, yang dilakukan untuk memohon perlindungan dan keselamatan.
Dalam Islam, terdapat konsep isti’adzah, yang merupakan permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari sesuatu yang dianggap buruk. Konsep ini tercermin dalam tradisi tolak bala, yang dilakukan untuk memohon perlindungan dari berbagai bala dan musibah.
Tradisi tolak bala juga memiliki makna yang mendalam dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi ini diyakini sebagai bentuk ekspresi rasa solidaritas dan kebersamaan, yang dilakukan untuk memperkuat ikatan sosial dan mempererat hubungan antarwarga.
Dalam kesimpulan, tradisi tolak bala merupakan tradisi unik yang masih dipraktekan hingga saat ini di Indonesia. Tradisi ini memiliki sejarah yang panjang dan makna yang mendalam, yang tercermin dalam kebudayaan dan agama. Dengan memahami makna dan sejarah di balik tradisi ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap kebudayaan dan tradisi yang ada di Indonesia.
