Roket SpaceX Meluncurkan 29 Satelit Baru, Konstelasi Starlink Terus Bertambah

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 Agustus 2026 | Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, kembali meluncurkan 29 satelit baru ke orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit/LEO) menggunakan roket Falcon 9 dari Cape Canaveral Space Force Station, Florida, Amerika Serikat. Peluncuran ini dilakukan pada Selasa, 11 Agustus 2026, pukul 11.58 waktu setempat. Ke-29 satelit tersebut akan bergabung dengan ribuan satelit Starlink lainnya yang sudah mengorbit Bumi.

Menurut astrofisikawan Jonathan McDowell, saat ini terdapat lebih dari 10.900 satelit Starlink aktif di orbit. Dengan jumlah tersebut, Starlink kini menyandang predikat sebagai konstelasi satelit terbesar yang pernah dirakit. Peluncuran 29 satelit Starlink ini juga menjadi bagian besar dari aktivitas SpaceX sepanjang tahun 2026. Dari 93 peluncuran Falcon 9 yang sudah dilakukan, 72 di antaranya digunakan untuk membangun jaringan Starlink.

Baca juga:

SpaceX sendiri memang sudah berkali-kali menggunakan roket Falcon 9 untuk mengirim satelit Starlink ke orbit. Roket booster tahap pertama (first stage) Falcon 9 berkode B1085 itu telah menjalani 18 penerbangan. Sekitar 8,5 menit setelah lepas landas, tahap pertama Falcon 9 berhasil mendarat di kapal drone milik SpaceX bernama A Shortfall of Gravitas yang berlokasi di Samudra Atlantik.

Sementara itu, roket tahap atas (upper stage) Falcon 9 melanjutkan perjalanan membawa 29 satelit Starlink menuju LEO. Jika semua berjalan sesuai rencana, ke-29 satelit tersebut akan dilepaskan sekitar 64 menit setelah lepas landas. SpaceX bahkan menargetkan konstelasi Starlink berkembang hingga 100.000 satelit dan menyiapkan generasi Starlink V3 untuk mendukung ambisi tersebut.

Di sisi lain, Vietnam juga telah menggandeng SpaceX untuk meluncurkan satelit pertamanya ke orbit. Perusahaan kedirgantaraan Vietnam, VinSpace, mengatakan telah menandatangani kontrak dengan SpaceX untuk meluncurkan satelit buatannya pada 2027. Satelit tersebut akan dibawa dalam misi rideshare SpaceX Transporter.

Baca juga:

Sampah antariksa juga menjadi masalah yang perlu diperhatikan. Ribuan satelit yang sudah tidak berfungsi mengorbit Bumi kita, bersama dengan serpihan puing dari berbagai roket yang telah kita luncurkan selama bertahun-tahun. Hal ini bisa menjadi masalah di kemudian hari. Dikatakan dalam Natural History Museum, sampah antariksa atau puing antariksa adalah segala bentuk mesin atau puing yang ditinggalkan oleh manusia di antariksa.

Korps Marinir TNI AL juga melakukan uji tembak amunisi roket Multiple Launch Rocket System (MLRS) Vampire kaliber 122 milimeter. Uji tembak itu dilakukan di kawasan Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Menurut siaran pers Penerangan Marinir, uji tembak dilakukan untuk memastikan rudal yang baru diserahkan Kementerian Pertahanan itu berfungsi dengan baik.

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi antariksa telah meningkat pesat. Banyak perusahaan dan negara yang berlomba-lomba untuk mengembangkan teknologi antariksa mereka. Namun, perlu diingat bahwa perkembangan teknologi antariksa juga harus diimbangi dengan kesadaran akan dampak lingkungan dan keamanan.

Baca juga:

Kesimpulan, peluncuran 29 satelit Starlink oleh SpaceX merupakan langkah besar dalam pengembangan konstelasi satelit terbesar yang pernah dirakit. Namun, perlu diingat bahwa perkembangan teknologi antariksa juga harus diimbangi dengan kesadaran akan dampak lingkungan dan keamanan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi sampah antariksa dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan dan lingkungan antariksa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *