PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 April 2026 | Pekan ke-26 Pegadaian Championship 2025/26 yang digelar antara 25 hingga 27 April menjadi momen krusial bagi sepuluh klub yang masih berjuang di puncak klasemen maupun zona relegasi. Sepuluh laga dijadwalkan pada akhir pekan ini, menampilkan duel antar tim yang sama-sama mengincar tiket promosi ke kasta tertinggi sekaligus berusaha menghindari zona play‑off degradasi.
Di Grup Timur, laga pembuka antara Persela Lamongan dan PS Barito Putera di Stadion Surajaya, Lamongan, menjadi sorotan utama. Barito Putera, yang masih berada di zona tengah klasemen, membutuhkan tiga poin untuk tetap berada dalam persaingan promosi bersama Laskar Antasari, Persipura Jayapura, dan PSS Sleman. Sementara Persela berusaha memperbaiki posisi setelah serangkaian hasil imbang.
Tak lama setelah itu, Sriwijaya FC menantang Garudayaksa FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Meskipun Sriwijaya sudah dipastikan turun ke Liga 3, pertandingan tetap diprediksi sengit karena Garudayaksa membutuhkan kemenangan untuk merebut puncak Grup Barat dari Adhyaksa FC Banten.
Pada malam harinya, PSIS Semarang menjamu Kendal Tornado FC di Stadion Jatidiri, Semarang. PSIS, yang berada di ambang zona degradasi, berhasil mencuri tiga poin penting setelah Alberto Goncalves mengeksekusi penalti pada menit ke‑61, membawa hasil 1‑0. Kemenangan ini menjadi napas baru bagi Laskar Mahesa Jenar dalam upaya mengamankan posisi Liga 2 untuk musim berikutnya.
Di pertandingan lain pada Sabtu malam, Persikad Depok melawan FC Bekasi City di Stadion Pakansari, Bogor, menghasilkan skor dramatis 3‑2. Gol awal Braif Fatari (8′) diikuti oleh brace Rosalvo Junior (30′, 51′) memastikan kemenangan Persikad, sementara Ezechiel Ndouassel mencetak dua gol bagi Bekasi City, termasuk satu melalui tendangan penalti (77′).
Sementara itu, PSMS Medan menantang Adhyaksa FC Banten di Stadion Utama Sumatera Utara. Pertandingan berakhir imbang 1‑1 setelah kiper PSMS, Reky Rahayu, mendapat kartu merah pada menit ke‑50 dan kedua tim bermain dengan sepuluh pemain masing‑masing. Makan Konate menyamakan kedudukan Adhyaksa lewat penalti pada menit ke‑80, menjatuhkan Adhyaksa dari puncak klasemen Grup Barat dan memberi peluang bagi Garudayaksa untuk memimpin.
Hari Minggu menyambut pertandingan penting lainnya. Persipura Jayapura melakukan kunjungan ke Solo untuk melawan Persipal FC di Stadion Sriwedari. Meski Persipal sudah terkonfirmasi turun, Persipura tetap memerlukan kemenangan agar peluang promosi tetap terbuka. Sementara itu, Persekat Tegal bertarung melawan Persiraja Banda Aceh di Stadion Trisanja, Tegal, dengan kedua tim berjuang mengumpulkan poin untuk memperbaiki posisi.
Di malam hari, PSPS Pekanbaru menjamu Sumsel United di Stadion Kaharuddin Nasution, sedangkan Persiba Balikpapan menghadapi PSS Sleman di Stadion Batakan. Kedua laga tersebut menambah intensitas persaingan menjelang akhir musim, dengan masing‑masing tim mengincar tiga poin penting.
Berikut rangkuman singkat hasil dan dampak poin pada klasemen:
| Pertandingan | Skor | Dampak |
|---|---|---|
| PSIS vs Kendal Tornado | 1‑0 | PSIS selamat dari zona degradasi |
| Persikad Depok vs FC Bekasi City | 3‑2 | Persikad kuatkan posisi menengah atas |
| PSMS Medan vs Adhyaksa FC | 1‑1 | Adhyaksa kehilangan puncak grup Barat |
| Garudayaksa FC vs Sriwijaya FC | Menang (skor belum diumumkan) | Garudayaksa naik ke puncak grup Barat |
Secara keseluruhan, pekan ke‑26 memperlihatkan betapa tipisnya perbedaan antara harapan naik kasta dan ancaman turun ke liga lebih rendah. Setiap gol, kartu merah, atau penalti menjadi penentu nasib klub pada sisa tiga pekan terakhir kompetisi.
Dengan hanya tiga pekan tersisa, tim‑tim promosi harus menambah konsistensi, sementara tim‑degradasi harus mengoptimalkan strategi pertahanan. Pertarungan yang akan datang di pekan ke‑27 dan ke‑28 diprediksi akan semakin sengit, menambah sensasi bagi para penggemar sepak bola Indonesia.
Dalam konteks yang lebih luas, performa Pegadaian Championship ini mencerminkan dinamika kompetisi liga kedua yang semakin profesional, dengan klub‑klub berinvestasi pada taktik, pemain asing, dan manajemen yang lebih modern. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kompetisi dan memberikan tontonan menarik bagi suporter hingga akhir musim.
