Tragedi di Bendungan Hilir: Dua PRT Loncat dari Lantai 4, Satu Meninggal Dunia

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 26 April 2026 | Jakarta Pusat, Bendungan Hilir – Pada malam Rabu, 22 April 2026, dua pekerja rumah tangga (PRT) yang bekerja di sebuah rumah kos berlantai empat tiba-tiba melompat dari lantai empat gedung tersebut. Salah satu korban, berinisial D, dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mintohardjo, sementara korban lainnya, berinisial R, mengalami patah tangan dan masih dirawat di rumah sakit yang sama.

Bangunan kos yang menjadi saksi tragedi terletak di Jalan Bendungan Walahar Buntu No. 32, Bendungan Hilir, Tanah Abang. Bangunan empat lantai itu memiliki pagar besi berwarna hitam dengan celah pada bagian atas, serta balkon berterali yang mengelilingi tiap lantai kecuali lantai paling atas yang ditutup tembok dengan terali di tengah. Pada lantai paling atas terdapat beberapa toren air yang tidak dipakai untuk aktivitas penghuni.

Baca juga:

Menurut saksi mata, sekitar pukul 23.00 WIB terdengar suara keras barang jatuh berulang kali. Seorang warga bernama Thamrin, yang sedang bermain game di teras rumah kos, mengira suara tersebut berasal dari buang sampah. Karena rasa penasaran, ia menyalakan senter ponselnya dan menemukan dua perempuan tergeletak di tanah, satu dalam posisi tengkurap dan satu lagi telentang dengan luka pada pergelangan tangan.

Thamrin segera memanggil tetangga dan ketua RT, serta menghubungi layanan ambulans. Beberapa warga lain yang berada di sekitar lokasi membantu mengangkat kedua korban ke ambulans. Sesampainya di RS Mintohardjo, petugas medis menegaskan bahwa D telah mengalami cedera fatal dan tidak dapat diselamatkan, sedangkan R masih hidup namun mengalami patah pada salah satu tangannya.

Pihak kepolisian, khususnya Direktorat Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, langsung melakukan penyelidikan. Kombes Iman Imanuddin, Dirkrimum Metro Jaya, menyatakan bahwa penyelidikan masih dalam tahap awal dan polisi sedang mencari unsur pidana terkait kejadian tersebut. Menurut penyidik, kedua korban kemungkinan melompat karena ingin melarikan diri dari situasi kerja yang tidak diungkapkan secara rinci.

Baca juga:
  • Identitas korban: D (18 tahun) dan R (30 tahun).
  • Lokasi kejadian: Jalan Bendungan Walahar Buntu No. 32, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
  • Waktu kejadian: Rabu, 22 April 2026, sekitar pukul 23.00 WIB.
  • Hasil medis: D meninggal dunia, R mengalami patah tangan.
  • Penanganan: Ambulans dikerahkan, korban dibawa ke RS Mintohardjo.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas terkait kondisi pekerja rumah tangga di Indonesia, terutama yang bekerja di lingkungan kos yang sering kali minim pengawasan. Serikat pekerja dan LSM hak asasi manusia menuntut agar pemerintah memperketat regulasi terkait kesejahteraan PRT, termasuk jaminan keamanan di tempat tinggal mereka.

Polisi Metro Jakarta Pusat telah mengamankan area sekitar kos untuk mengumpulkan bukti, termasuk rekaman CCTV yang dipasang di sekitar lokasi. Penyelidikan lebih lanjut akan melibatkan pemeriksaan saksi, analisis forensik pada titik jatuh, serta pemeriksaan latar belakang hubungan antara majikan dan kedua korban.

Kasus ini juga memicu perdebatan publik tentang peran keamanan di lingkungan kos. Beberapa warga mengkritik keberadaan pos keamanan yang tampak pasif, sementara yang lain menyoroti kurangnya pengawasan dari pihak pengelola kos.

Baca juga:

Dengan berjalannya penyelidikan, diharapkan pihak berwenang dapat mengungkap motif pasti di balik tindakan nekat kedua PRT tersebut, serta memberikan keadilan bagi keluarga korban yang berduka. Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan kondisi kerja dan tempat tinggal para pekerja rumah tangga, guna mencegah tragedi serupa terulang kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *