PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 26 April 2026 | Phintraco, perusahaan keuangan terkemuka yang telah beroperasi selama lebih dari tiga dekade, kini mengumumkan kesiapan menjadi liquidity provider bagi lima saham terpilih di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat likuiditas pasar, menurunkan volatilitas, serta meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun internasional.
Sebagai liquidity provider, Phintraco akan menyediakan penawaran beli dan jual (bid-ask) secara berkelanjutan untuk saham-saham yang dipilih. Dengan menempatkan order dalam volume besar pada buku order, perusahaan mampu menyerap fluktuasi permintaan dan penawaran, sehingga proses perdagangan menjadi lebih halus dan harga lebih stabil. Model ini telah terbukti efektif di pasar modal lain, termasuk di Amerika Serikat dan Asia Tenggara.
Kelima saham yang akan dijadikan fokus antara lain:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
- PT Astra International Tbk (ASII)
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
Pemilihan saham ini didasarkan pada likuiditas harian yang tinggi, kapitalisasi pasar signifikan, serta peran strategisnya dalam perekonomian Indonesia. Keberadaan Phintraco sebagai liquidity provider diharapkan dapat menambah depth pada order book, sehingga trader ritel maupun institusi dapat mengeksekusi transaksi dengan slippage yang lebih kecil.
Proses persiapan meliputi peningkatan infrastruktur teknologi, penyesuaian regulasi internal, serta kolaborasi intensif dengan otoritas pasar, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Phintraco juga telah menyiapkan tim khusus yang terdiri dari analis pasar, ahli algoritma, dan manajer risiko untuk memastikan operasional berjalan tanpa hambatan.
Secara finansial, perusahaan mengalokasikan dana sekitar Rp 2,5 triliun untuk mendukung aktivitas liquidity provisioning selama dua tahun pertama. Investasi ini mencakup pembelian aset sekuritas, pengembangan platform trading berkecepatan tinggi, serta pelatihan sumber daya manusia. Dengan modal kuat, Phintraco menargetkan peningkatan volume perdagangan saham terpilih hingga 15% pada kuartal pertama peluncuran.
Para pakar pasar menilai langkah ini sebagai sinyal positif bagi ekosistem modal Indonesia. “Keberadaan liquidity provider lokal seperti Phintraco dapat mengurangi ketergantungan pada pemain asing, sekaligus menumbuhkan ekosistem yang lebih mandiri dan resilien,” ujar Dr. Andi Saputra, dosen ekonomi di Universitas Indonesia.
Selain manfaat bagi pasar, inisiatif ini juga memberikan peluang baru bagi investor ritel. Dengan spread yang lebih ketat, biaya transaksi menjadi lebih rendah, sehingga investasi saham menjadi lebih menarik bagi kalangan menengah. Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan partisipasi publik dalam pasar modal.
Phintraco menegaskan komitmennya untuk mematuhi standar kepatuhan yang ketat, termasuk aturan anti‑pencucian uang (AML) dan know‑your‑customer (KYC). Semua transaksi akan dipantau secara real‑time menggunakan sistem monitoring berbasis kecerdasan buatan, yang mampu mendeteksi anomali dan potensi manipulasi pasar.
Dengan langkah ambisius ini, Phintraco berharap dapat menjadi contoh bagi perusahaan keuangan lain dalam mengadopsi peran aktif sebagai penyedia likuiditas. Jika berhasil, model ini dapat direplikasi untuk saham-saham lain, bahkan untuk instrumen derivatif di masa mendatang.
Secara keseluruhan, transformasi Phintraco menjadi liquidity provider mencerminkan evolusi pasar modal Indonesia menuju tingkat kematangan yang lebih tinggi. Ketersediaan likuiditas yang stabil tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meneguhkan posisi BEI sebagai bursa yang kompetitif di kawasan Asia‑Pasifik.
Ke depan, Phintraco akan terus memantau kinerja saham-saham yang dikelolanya, melakukan penyesuaian strategi, dan melaporkan hasil secara transparan kepada regulator serta publik. Keberhasilan inisiatif ini akan menjadi indikator penting bagi perkembangan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
