PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 28 April 2026 | Petrosea Tbk (PTRO) menorehkan kinerja keuangan yang mengesankan pada kuartal pertama tahun 2026. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$1,38 juta, melonjak 50,54% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan pendapatan yang mencapai US$284,13 juta, naik 84,24% YoY.
Pendapatan Petrosea berasal dari tiga segmen utama: penambangan (US$140,56 juta), konstruksi dan rekayasa (US$106,43 juta), serta jasa dan lain‑lain (sekitar US$23,14 juta). Pelanggan terbesar tetap merupakan kontraktor tambang besar, antara lain BP Berau Ltd. (US$70,29 juta), PT Freeport Indonesia (US$53,6 juta), dan PT Kideco Jaya Agung (US$50,86 juta).
| Item | Q1 2026 (US$) | Q1 2025 (US$) |
|---|---|---|
| Pendapatan | 284,13 juta | 154,22 juta |
| Beban Usaha Langsung | 247,44 juta | 138,12 juta |
| Laba Kotor | 36,69 juta | 16,09 juta |
| Beban Penjualan & Administrasi | 12,21 juta | — |
| Beban Bunga & Keuangan | 17,31 juta | 9,11 juta |
| Laba Sebelum Pajak | 1,70 juta | — |
| Laba Bersih | 1,38 juta | 0,92 juta |
Di sisi neraca, total aset perusahaan pada akhir Maret 2026 mencapai US$1,60 miliar, sedikit lebih tinggi dibandingkan akhir 2025. Liabilitas tercatat US$1,29 miliar, sedangkan ekuitas menurun tipis menjadi US$306,55 juta.
Sementara hasil kuartalan menampilkan pertumbuhan positif, Petrosea juga menerima suntikan modal strategis dari PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Pada 23 April 2026, CDIA menandatangani perjanjian pengambilan bagian saham bersyarat pada Petrosea Services Solutions Pte. Ltd (PSS), anak usaha yang bergerak di bidang layanan teknik dan konstruksi. Investasi senilai USD15,5 juta (sekitar SGD 19,93 juta) memungkinkan CDIA memperoleh 9.944.119 saham baru, setara 49% kepemilikan PSS.
Sebelum transaksi, seluruh 10.350.001 lembar saham PSS dimiliki oleh Petrosea Engineering Procurement Construction (PEPC), anak perusahaan dalam grup Petrosea. Setelah penambahan saham, total kepemilikan PSS menjadi 20.294.120 lembar, dengan struktur kepemilikan akhir: PEPC 51% dan CDIA 49%.
- Tujuan utama suntikan modal: memperkuat struktur permodalan PSS.
- Mendukung kebutuhan modal kerja, meningkatkan kapasitas operasional.
- Fasilitasi pengembangan usaha secara organik maupun anorganik, selaras dengan strategi grup Petrosea.
Langkah ini diharapkan menambah likuiditas dan fleksibilitas keuangan PSS, memperkuat posisi Petrosea dalam menghadapi persaingan di sektor pertambangan dan infrastruktur. Dengan dukungan CDIA, Petrosea dapat memperluas portofolio layanan, meningkatkan efisiensi proyek, serta mengejar peluang pertumbuhan di pasar regional.
Secara keseluruhan, kinerja kuartal I 2026 menegaskan keberhasilan strategi diversifikasi bisnis Petrosea, sementara investasi CDIA memberikan landasan keuangan yang lebih kokoh untuk ekspansi masa depan. Kombinasi pertumbuhan pendapatan, peningkatan laba, dan dukungan modal eksternal menandai fase positif bagi Petrosea dalam jangka menengah.
Ke depan, perusahaan diperkirakan akan terus menargetkan peningkatan margin melalui optimalisasi biaya operasional dan pemanfaatan sinergi antara unit usaha utama serta anak perusahaan yang baru diperkuat modalnya.
