PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 28 April 2026 | PSIS Semarang menutup musim 2025/2026 Championship dengan catatan penting: bertahan di level kompetisi kedua Indonesia setelah melewati krisis finansial, pergantian pelatih berulang, dan tekanan degradasi. Klub yang sempat terpuruk di zona terbawah klasemen berhasil mengamankan tiga poin krusial pada pekan ke-26 lewat kemenangan tipis 1-0 atas Kendal Tornado FC di Stadion Jatidiri, Sabtu, 25 April 2026.
Sejak turun dari Liga 1 pada akhir musim 2024/2025, PSIS harus menyesuaikan diri dengan realita keuangan yang menipis. Pada pertengahan musim 2025, klub dimiliki oleh Yoyok Sukawi, namun kondisi keuangan tetap rapuh. Perubahan kepemilikan terjadi pada November 2025 ketika Datu Nova Fatmawati menjadi investor baru, membawa harapan baru bagi manajemen. Dengan dana tambahan, PSIS melakukan perombakan di bursa transfer Januari 2026, merekrut pemain berpengalaman seperti Otavio Dutra, Beto Goncalves, dan Rafinha.
Namun, kekuatan skuad tidak dapat menutupi ketidakstabilan teknis. Selama 26 pertandingan, PSIS menggelar lima pelatih permanen berbeda: Kahudi Wahyu, Ega Raka, Jafri Sastra, Andri Ramawi, dan Kas Hartadi yang kini memimpin tim. Selain itu, caretaker Anang Dwita pernah memimpin satu laga, dan direktur teknik asal Argentina, Alfredo Vera, juga memberikan kontribusi taktis. Siklus pergantian pelatih ini menjadi sorotan publik, terutama ketika para suporter menuntut kehadiran wasit asing pada laga PSS Sleman vs PSIS, mengingat kontroversi keputusan wasit di beberapa pertandingan sebelumnya.
Beto Goncalves, striker berusia 45 tahun, menjadi faktor penentu dalam kebangkitan PSIS. Gol penalti yang ia cetak pada laga melawan Kendal Tornado bukan hanya menambah poin, melainkan juga menegaskan bahwa pengalaman dapat mengimbangi usia. Sebelumnya, Beto mencetak hattrick melawan Persipal Palu (6-1) dan menunjukkan konsistensi di area penalti. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan kepercayaan spiritual, mengutip ayat Yohanes 14:6 sebagai motivasi pribadi.
Keberhasilan PSIS pada laga penutup musim membuka peluang bagi target ambisius di musim depan. Manajemen menargetkan promosi ke Liga 1, mengandalkan stabilitas keuangan dan kesinambungan taktik di bawah arahan Kas Hartadi. Untuk mencapai itu, klub berencana menambah kedalaman skuad melalui pencarian pemain muda berbakat dan memperkuat lini tengah dengan pemain yang memiliki visi bermain modern.
Berikut rangkuman statistik penting PSIS pada musim ini:
- Poin akhir: 23
- Pertandingan menang: 6
- Pertandingan seri: 5
- Pertandingan kalah: 15
- Gol dicetak: 27
- Gol kebobolan: 31
Daftar pelatih yang memimpin PSIS selama musim ini:
- Kahudi Wahyu – Juli hingga Agustus 2025
- Ega Raka – September hingga November 2025
- Jafri Sastra – Desember 2025 hingga Februari 2026
- Andri Ramawi – Maret hingga April 2026
- Kas Hartadi – Mei 2026 hingga akhir musim
Persaingan di Liga 2 semakin ketat, dengan 14 tim bersaing untuk tiga tempat promosi. PSIS kini berada di posisi menengah atas, namun masih harus bersaing dengan Persiba Balikpapan yang berada di zona play‑off degradasi dengan 19 poin, serta tim lain yang menumpuk poin tinggi.
Menjelang pertandingan terakhir melawan PSS Sleman pada 3 Mei 2026, para suporter PSIS kembali mengusung harapan. Mereka menuntut transparansi dalam penunjukan wasit, mengingat insiden sebelumnya yang memicu protes. Jika PSIS mampu mempertahankan performa, klub tidak hanya mengamankan tempat di Championship, tetapi juga menegaskan bahwa krisis finansial dan pergantian teknis tidak menghentikan semangat Laskar Mahesa Jenar.
Secara keseluruhan, perjalanan PSIS Semarang musim ini mencerminkan dinamika klub yang mampu bangkit dari keterpurukan. Kombinasi investasi baru, manajemen yang lebih terstruktur, serta kontribusi veteran seperti Beto Goncalves menjadi fondasi kuat untuk mengejar mimpi promosi ke Liga 1 pada musim berikutnya.
