PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 28 April 2026 | PSIS Semarang kembali menegaskan eksistensinya di Liga Championship 2025/2026 setelah berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Kendal Tornado FC pada pekan ke-26. Pertandingan yang digelar di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Sabtu (25/4) malam berakhir dengan gol satu-satunya melalui eksekusi penalti oleh striker veteran Beto Goncalves pada menit ke-60.
Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting bagi Mahesa Jenar, melainkan juga mengangkat total poin tim menjadi 23 poin dari 26 laga. Dengan akumulasi tersebut, PSIS Semarang menempati posisi kedelapan klasemen sementara Grup Timur, unggul lima poin dari Persiba Balikpapan yang berada di zona playoff degradasi dengan 18 poin.
Keberhasilan ini sangat berarti mengingat tekanan yang melanda tim pada minggu-minggu sebelumnya. Pada pekan ke-16, PSIS Semarang mengalami kekalahan mengejutkan dari Deltras FC, yang memicu kritik tajam terhadap performa pemain senior, khususnya Beto Goncalves yang pada saat itu berusia 45 tahun. Kritikan tersebut menyebutkan bahwa usia sudah membuatnya kehilangan efektivitas di lapangan.
Namun, Beto membuktikan bahwa pengalaman dan ketangguhan mental masih menjadi aset berharga. Dalam wawancara usai pertandingan, ia mengungkapkan rasa syukur atas dukungan pelatih baru, Kas Hartadi, serta rekan satu tim yang solid. “Saya masih bisa berkontribusi, bahkan mencetak gol penting yang membantu tim keluar dari zona degradasi,” ujar Beto.
Pelatih baru Kas Hartadi juga mengekspresikan kebahagiaan atas debutnya yang berujung kemenangan. “Saya bersyukur dapat memulai tugas sebagai kepala pelatih PSIS Semarang dengan hasil positif. Kami fokus pada disiplin, kerja sama, dan mental juara,” katanya.
Dengan hasil ini, PSIS Semarang kini berada dalam posisi yang menguntungkan menjelang sisa jadwal kompetisi. Pada pekan berikutnya, Persiba Balikpapan akan bertanding melawan PSS Sleman. Jika Persiba gagal memperoleh tiga poin, PSIS Semarang dipastikan aman dari ancaman degradasi, mengingat selisih poin yang kini mencapai lima poin.
Berikut rangkuman poin dan posisi klasemen sementara Grup Timur setelah pertandingan tersebut:
- PSIS Semarang: 23 poin (posisi 8)
- Persiba Balikpapan: 18 poin (zona degradasi)
- Kendal Tornado FC: 12 poin
- PSS Sleman: 20 poin
Selain Beto Goncalves, skuad PSIS Semarang juga didukung oleh naturalisasi lain seperti Otavio Dutra (42 tahun) dan Esteban Vizcarra (40 tahun), yang masing‑masing memberikan kontribusi penting di lini serang. Kombinasi pemain muda dan veteran ini menjadi strategi utama Kas Hartadi untuk menjaga keseimbangan antara energi dan pengalaman.
Keberhasilan PSIS Semarang dalam mengamankan tiga poin tersebut menegaskan bahwa tim masih memiliki peluang kuat untuk mengakhiri musim di posisi aman, jauh dari zona relegasi. Dukungan suporter di Stadion Jatidiri juga menjadi faktor motivasi, dengan sorakan meriah yang menggema sepanjang laga.
Dengan sisa pertandingan yang masih terbuka, PSIS Semarang bertekad untuk terus mengumpulkan poin demi memastikan tempatnya di kasta kedua Liga Championship pada musim berikutnya. Fokus utama tim kini adalah menjaga konsistensi performa, mengoptimalkan strategi permainan, dan memaksimalkan potensi pemain veteran yang masih mampu memberikan dampak signifikan.
Secara keseluruhan, kemenangan 1-0 ini bukan sekadar tiga poin tambahan, melainkan juga simbol ketangguhan mental dan kebersamaan tim dalam menghadapi tekanan kompetisi. PSIS Semarang kini menatap akhir musim dengan optimisme, berharap dapat menutup kompetisi dengan catatan positif dan mengukuhkan posisi aman di Liga Championship 2025/2026.
