PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 April 2026 | Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, mengumumkan rangkaian mutasi struktural besar-besaran pada tanggal 13 April 2026 melalui Keputusan Jaksa Agung Nomor 488 Tahun 2026. Langkah itu mencakup penempatan ulang 14 Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) di seluruh Indonesia, termasuk penunjukan Riono Budisantoso sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung menggantikan Sila Haholongan.
Riono Budisantoso sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung. Penunjukannya menandai fokus pemerintah pada penyegaran kepemimpinan di wilayah yang secara strategis penting bagi penegakan hukum di perairan dan industri pertambangan. Sila Haholongan, yang sebelumnya memimpin Kajati Bangka Belitung, dipindahkan menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, memperkuat jaringan kepemimpinan di wilayah selatan Indonesia.
Selain pergantian Kajati, rotasi jabatan juga terjadi pada posisi Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) dan Kepala Kejaksaan Daerah (Kajari). Abvianto Syaifulloh, yang sebelumnya menjabat sebagai Kajari Bangka Tengah, kini mengisi posisi Aspidsus menggantikan Adi Purnama. Adi Purnama sendiri ditugaskan sebagai Kepala Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi pada Direktorat Pengendalian Operasi Tipidsus Kejaksaan Agung, sebuah peran yang menekankan pada pengawasan dan evaluasi proses penuntutan.
Pembaharuan struktural tidak berhenti di situ. Kajari Bangka Tengah diisi oleh Petrus Andri Parlindungan Napitupulu, mantan Koordinator Kejati Maluku, sementara Kajari Pangkalpinang kini dipimpin oleh Rindang Onasis yang menggantikan Sri Heny Alamsari. Pergantian ini diakui oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Bangka Belitung, Romza Septiawan, yang menegaskan adanya rotasi pada tingkat Kajati, Aspidsus, dan Kajari secara simultan.
Berikut ini rangkuman lengkap 14 kepala Kejaksaan Tinggi yang mengalami pergantian dalam mutasi kali ini:
- Dr. Abd Qohar AF – Kajati Jawa Timur
- Dr. Sugeng Riyanta – Kajati Sulawesi Tenggara
- Dr. Sila Haholongan – Kajati Sulawesi Selatan
- Riono Budisantoso – Kajati Bangka Belitung
- Dr. Sutikno – Kajati Jawa Barat
- I Dewa Gede Wirajana – Kajati Riau
- Muhibuddin – Kajati Sumatera Utara
- Dedie Tri Hariyadi – Kajati Sumatera Barat
- Zullikar Tanjung – Kajati Sulawesi Tengah
- Teguh Subroto – Kajati Jawa Tengah
- Budi Hartawan Panjaitan – Kajati Sulawesi Barat
- Dr. Sumurung Pandapotan Simaremare – Kajati Gorontalo
- Setiawan Budi Cahyono – Kajati Bali
- Saiful Bahri Siregar – Kajati Bengkulu
Penempatan baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antar lembaga penegak hukum, mempercepat penyelesaian kasus, serta meningkatkan akuntabilitas di tingkat daerah. Komentar dari para pejabat yang terlibat menegaskan komitmen untuk melaksanakan tugas dengan integritas tinggi dan fokus pada pelayanan publik.
Mutasi ini juga mencerminkan upaya pemerintah dalam menanggapi tantangan keamanan dan kriminalitas yang semakin kompleks, khususnya di wilayah-wilayah dengan potensi konflik kepentingan ekonomi, seperti Bangka Belitung yang dikenal dengan tambang timahnya. Dengan pengalaman Riono Budisantoso dalam penuntutan tindak pidana khusus, diharapkan ada peningkatan efektivitas penindakan kasus korupsi dan kejahatan lintas wilayah.
Secara keseluruhan, perombakan struktural ini menandai era baru bagi Kejaksaan Republik Indonesia. Keputusan mutasi yang diambil oleh Jaksa Agung Burhanuddin tidak hanya bersifat administratif, melainkan juga strategis untuk menyiapkan kepemimpinan yang lebih responsif terhadap dinamika hukum nasional. Masyarakat diharapkan dapat merasakan perbaikan dalam proses peradilan, mulai dari penyelidikan hingga pelaksanaan putusan.
Dengan 14 Kepala Kajati yang baru, serta penataan kembali posisi Aspidsus dan Kajari, Kejaksaan RI menegaskan komitmen untuk terus memperkuat institusi hukum, meningkatkan profesionalisme, serta menegakkan prinsip keadilan tanpa pandang bulu.
