Flyover Perlintasan Sebidang: Pemerintah Percepat Pembangunan Usai Kecelakaan Bekasi

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 29 April 2026 | JAKARTA – Menyikapi tragedi yang menelan 15 korban jiwa pada kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek bersinggungan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengumumkan percepatan pembangunan flyover perlintasan sebidang. Pernyataan tersebut disampaikan langsung di lokasi kejadian pada Selasa, 28 April 2026, menegaskan bahwa proyek infrastruktur tersebut menjadi prioritas utama untuk mencegah kecelakaan serupa.

Menurut data yang dihimpun pihak kepolisian, kecelakaan tersebut menewaskan 15 orang dan melukai puluhan lainnya. Proses identifikasi jenazah masih berlangsung, dengan sepuluh korban dirawat di RS Polri Kramat Jati dan lima lainnya di RS Kota Bekasi. Insiden ini memicu sorotan publik terhadap keamanan perlintasan kereta yang masih banyak beroperasi secara terbuka.

Baca juga:

AHY menegaskan bahwa setiap perlintasan kereta sebidang harus dilengkapi palang serta petugas penjaga. “Kita harus memastikan setiap titik memiliki pengamanan yang memadai, termasuk pos penjagaan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pembangunan flyover perlintasan sebidang tidak hanya akan menghilangkan titik konflik antara jalur kereta dan kendaraan, tetapi juga mengurai kemacetan yang berpotensi menimbulkan bahaya.

Berikut beberapa poin utama yang diutarakan oleh AHY:

  • Percepatan proses perencanaan tata ruang dan penyediaan lahan.
  • Pengalokasian anggaran sebesar hampir Rp 4 triliun dari APBN.
  • Pembangunan pos penjagaan sebagai langkah awal sebelum selesai membangun flyover.
  • Pembaruan sistem lalu lintas setelah flyover beroperasi.

Anggaran sebesar Rp 4 triliun untuk pembangunan flyover di perlintasan kereta diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Ia menegaskan bahwa dana tersebut bersumber penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menggarisbawahi komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah infrastruktur kritis.

Baca juga:

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebelumnya juga menyoroti kurangnya pengelolaan perlintasan sebidang, terutama di wilayah padat seperti Jawa Barat. Ia mengingatkan bahwa terdapat lebih dari 1.800 titik perlintasan sebidang di Jawa yang masih memerlukan penanganan serius.

Proyek flyover ini tidak hanya akan meningkatkan keselamatan, tetapi juga diharapkan dapat menurunkan tingkat kemacetan pada jam-jam sibuk. Setelah konstruksi selesai, otoritas akan melakukan revamp sistem manajemen lalu lintas, termasuk pemasangan sinyal pintar dan integrasi dengan sistem transportasi umum.

Berikut estimasi tahapan pelaksanaan proyek:

Baca juga:
  1. Survei lokasi dan penyusunan studi kelayakan (Q2 2026).
  2. Penyediaan lahan dan perizinan tata ruang (Q3 2026).
  3. Pengadaan kontraktor dan material (Q4 2026).
  4. Konstruksi fase pertama pada tiga titik prioritas, termasuk Bekasi Timur (2027).
  5. Penyelesaian dan pengujian operasional (2028).

Dengan dukungan anggaran APBN dan koordinasi lintas kementerian, pemerintah menargetkan penyelesaian sebagian besar flyover perlintasan sebidang dalam lima tahun ke depan. Harapan besar ditempatkan pada proyek ini untuk mengurangi angka kecelakaan fatal dan meningkatkan kelancaran mobilitas warga.

Secara keseluruhan, percepatan pembangunan flyover perlintasan sebidang mencerminkan tekad pemerintah Indonesia untuk menanggulangi masalah keselamatan transportasi secara komprehensif, sekaligus memperkuat infrastruktur nasional demi kesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *