PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 Juni 2026 | Maluku Utara saat ini menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Wilayah ini berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, disertai dengan petir. BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Maluku Utara.
Kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh sirkulasi siklonik yang terbentuk di Selat Makassar. Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari Selat Makassar hingga Kalimantan Timur serta wilayah di sekitarnya. Selain itu, daerah perlambatan angin juga diprakirakan terbentuk di Selat Malaka, perairan barat Sumatera, Laut Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.
Maluku Utara juga baru saja mengalami kejadian tragis, yaitu kematian Elisabet Yamalau (44) yang tewas ditelan dan dililit piton sepanjang 7,8 meter. Suaminya, Benyamin Lanto (52), sempat memberikan pertolongan namun nyawanya tak tertolong. Awalnya, Elisabet meminta izin kepada sang suami untuk pergi memindahkan sapi peliharaan mereka di kebunnya di Desa Ratahaya, Kecamatan Taliabu Barat.
Selain itu, sebanyak 391 haji asal Provinsi Maluku Utara yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 15 Debarkasi Makassar kembali di Tanah Air. Ratusan haji tersebut tiba di Tanah Air dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GIA 1415.
Tiga gunung api di Maluku Utara dan NTT juga meletus pagi ini, yaitu Gunung Dukono, Gunung Lewotobi Laki-laki, dan Gunung Ibu. Erupsi pertama pada pagi hari terjadi di Gunung Dukono, Halmahera Utara, pada pukul 06.15 WIT, disusul Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur pukul 07.04 WITA, dan terakhir Gunung Ibu di Halmahera Barat pada pukul 07.45 WIT.
Kesimpulan, Maluku Utara saat ini menghadapi cuaca ekstrem dan bencana alam yang berpotensi membahayakan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti instruksi dari pemerintah dan BMKG untuk menghindari dampak buruk dari cuaca ekstrem dan bencana alam.
