PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 29 April 2026 | Acara siraman pernikahan Syifa Hadju dan El Rumi pada akhir pekan lalu menjadi sorotan utama media sosial. Tak hanya prosesi adat yang memukau, penampilan makeup siraman Syifa berhasil memicu perbincangan hangat di jagat maya. Netizen membandingkan riasan dan gaya rambutnya dengan kakak ipar, Alyssa Daguise, yang baru-baru ini menggelar pernikahan serupa. Kedua penampilan tersebut menimbulkan gelombang viral, mengundang pujian sekaligus tudingan meniru konsep.
Riasan wajah Syifa pada prosesi siraman menampilkan soft glam berwarna peach‑pink, hasil karya makeup artist Marlene Hariman. Sentuhan blush natural, highlighter bersinar, serta lipstik nude memberi kesan segar dan elegan. Penekanan pada mata menggunakan eyeshadow netral dipadu alis yang rapi, menciptakan tampilan yang tampak flawless sepanjang acara. Kesan ini diperkuat oleh pemilihan produk skincare yang membuat kulit tampak lembap dan bercahaya.
Tak kalah penting, gaya rambut Syifa dipadukan dengan aksesoris bunga melati, bandana, serta cape transparan yang menambah nuansa tradisional sekaligus modern. Rambutnya ditata bergelombang longgar, memberikan sentuhan romantis yang selaras dengan kebaya biru rancangan Didiet Maulana, yang memadukan tema Bridgerton dan adat Jawa. Detail bordir halus dan inisial “ES” pada kebaya menambah nilai eksklusif pada penampilannya.
Sementara itu, Alyssa Daguise, kakak ipar sekaligus istri El Rumi, menampilkan makeup serupa pada hari pernikahannya beberapa bulan sebelumnya. Riasan Alyssa juga mengusung nuansa peach‑pink dengan kilau lembut, serta gaya rambut yang dihiasi bunga dan aksesoris tradisional. Kesamaan warna palette, teknik aplikasi, serta penggunaan vendor yang sama menimbulkan dugaan bahwa Syifa meniru konsep Alyssa.
Tuduhan tersebut langsung mendapatkan respons tajam dari sahabat dekat Syifa, Kesha Ratuliu, yang melontarkan pernyataan lewat Threads. Kesha menegaskan bahwa tidak ada yang salah bila kedua mempelai menggunakan vendor pernikahan yang serupa, mengingat mereka berada dalam satu lingkaran keluarga. Ia menambahkan, “Mereka berdua punya wedding stylist masing‑masing kali,” serta menolak label “copycat” yang dianggapnya norak.
Menurut Kesha, penggunaan vendor yang sama bahkan menjadi hal wajar dalam dunia pernikahan selebriti. Alyssa, yang lebih dulu menggelar pernikahan, tentu memberikan rekomendasi vendor terbaik kepada Syifa. Hal ini menciptakan sinergi dalam pemilihan dekorasi, busana, hingga makeup, sehingga muncul kemiripan yang tak terhindarkan. Kesha menekankan bahwa kecantikan dan kebahagiaan masing‑masing mempelai tidak perlu dijadikan bahan perbandingan.
Netizen sendiri terbagi menjadi dua kubu. Sebagian menilai bahwa perbandingan tersebut berlebihan dan mengalihkan fokus dari kebahagiaan pasangan. Mereka menyoroti bahwa setiap pernikahan memiliki keunikan, baik dari segi budaya, tema, maupun interpretasi pribadi. Namun, kelompok lain menganggap bahwa kesamaan visual antara dua pernikahan dalam satu keluarga memang menarik untuk dianalisis, terutama mengingat popularitas wedding influencer di Indonesia.
Secara keseluruhan, viralitas makeup siraman Syifa mencerminkan betapa kuatnya pengaruh media sosial dalam menilai detail estetika pernikahan. Penampilan riasan dan rambut yang tampak serasi tidak hanya menjadi inspirasi bagi calon pengantin, tetapi juga menjadi bahan diskusi publik tentang originalitas, kolaborasi vendor, dan batasan antara inspirasi dan peniruan.
Ke depannya, baik Syifa maupun Alyssa diharapkan dapat terus menampilkan kreativitas mereka tanpa harus terjebak dalam perdebatan. Bagi industri wedding, fenomena ini menjadi pelajaran penting untuk mengedukasi klien tentang pentingnya personalisasi, meski menggunakan vendor yang sama.
Dengan demikian, siraman pernikahan Syifa Hadju tetap menjadi contoh bagaimana makeup, fashion, dan tradisi dapat bersinergi, sekaligus menimbulkan dinamika menarik di ranah digital.
