PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 30 April 2026 | Pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 menyaksikan salah satu aksi paling spektakuler musim ini ketika Malut United menumbangkan PSPS Biak dengan skor telak 7-0 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting bagi Laskar Kie Raha, tetapi juga memecahkan rekor produktivitas gol tertinggi pada babak kedua dalam satu laga musim ini.
Sejak peluit pertama, kedua tim menunjukkan intensitas tinggi. PSPS Biak yang berada di posisi dasar klasemen berusaha menahan serangan awal Malut United, namun peluang yang diciptakan belum berbuah. Pada babak pertama, serangan Malut United digerakkan lewat umpan-umpan cepat dari Yance Sayuri, sementara PSPS Biak sempat menghasilkan tendangan bebas berbahaya melalui Pablo Andrade, namun tetap tidak berhasil menembus gawang.
Kebuntuan berlanjut hingga jeda istirahat, ketika pelatih Malut United Hendri Susilo melakukan perubahan taktik dan pergantian pemain. Abduh Lestaluhu dan Septian David Maulana masuk menggantikan Taufik Rustam serta Manahati Lestusen. Hendri mengungkapkan, “Kami sempat mengalami kebuntuan di babak pertama. Setelah melakukan perubahan taktik di babak kedua, gol yang dinantikan akhirnya datang juga.”
Perubahan itu terbukti efektif. Pada menit ke-51, striker asal Brasil David da Silva memanfaatkan bola rebound untuk mencetak gol pembuka. Hanya tujuh menit kemudian, pada menit ke-58, Septian David Maulana menambah keunggulan dengan gol pertamanya. Tak lama setelah itu, Yakob Sayuri menambah satu gol lagi pada menit ke-61, diikuti Tyronne del Pino pada menit ke-69. David da Silva kembali menambah golnya pada menit ke-79, memperlebar selisih menjadi 5-0. Menjelang akhir pertandingan, Frets Butuan menutup skor pada menit ke-90, dan Septian David Maulana menambahkan gol kedua pada tambahan waktu (90+8).
Berikut rangkaian pencetak gol Malut United dalam pertandingan tersebut:
- David da Silva – 51’, 79’
- Septian David Maulana – 58’, 90+8’
- Yakob Sayuri – 61’
- Tyronne del Pino – 69’
- Frets Butuan – 90’
Statistik tim menunjukkan dominasi total Malut United. Tim tamu mencatat 30 tembakan, dengan 11 tepat sasaran, sementara PSPS Biak hanya mampu menciptakan 12 tembakan, 2 di antaranya mengarah ke gawang. Penguasaan bola berada di pihak Malut United dengan persentase lebih dari 60 persen.
Keberhasilan ini mengangkat Malut United ke posisi keempat klasemen sementara dengan 49 poin setelah 30 laga, sementara PSPS Biak tetap terpuruk di zona degradasi dengan 18 poin, tertinggal sembilan angka dari zona aman. Para pemain mengaku kemenangan ini menjadi suntikan moral penting menjelang empat pertandingan terakhir musim.
Pelatih Hendri Susilo menilai bahwa motivasi ruang ganti dan perubahan formasi menjadi faktor kunci. “Saat jeda babak I, saya menyampaikan kepada pemain bahwa kalian harus mencetak gol. Karena kalau satu gol sudah tercipta, gol-gol lainnya akan hadir berturut-turut. Alhamdulillah, hal itu benar terjadi,” ujarnya.
Penampilan gemilang Malut United juga menegaskan reputasinya sebagai tim dengan serangan paling tajam, sementara PSPS Biak kembali menjadi contoh pertahanan terburuk di liga. Laga ini menjadi bukti nyata bahwa konsistensi taktik dan keberanian mengambil risiko di babak kedua dapat menghasilkan hasil yang luar biasa.
Dengan catatan 7-0 ini, Malut United menegaskan niatnya untuk bersaing di puncak klasemen hingga akhir musim, sementara PSPS Biak harus segera melakukan evaluasi menyeluruh guna menghindari relegasi.
