PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 30 April 2026 | Arsenal kembali menjadi sorotan utama setelah keputusan manajer Mikel Arteta menurunkan Bukayo Saka dari starting XI pada leg pertama semifinal UEFA Champions League melawan Atletico Madrid. Keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai strategi tim, terutama mengingat peran penting Saka dalam mesin serang Gunners selama beberapa musim terakhir.
Saka, yang masih dalam proses pemulihan dari cedera Achilles yang terjadi pada final Carabao Cup bulan Maret, dijaga dengan jadwal latihan “day-to-day”. Arteta mengakui bahwa prioritas utama adalah menjaga kebugaran jangka panjang pemain bintang itu menjelang fase krusial musim, termasuk sisa kompetisi domestik dan kemungkinan final Liga Champions.
Tanpa Saka di lini depan, Arsenal mengandalkan kombinasi Noni Madueke, Gabriel Martinelli, dan penyerang baru Viktor Gyokeres untuk menembus pertahanan Atletico. Penampilan tim di Riyadh Metropolitano menunjukkan perbedaan signifikan: serangan yang biasanya mengalir lancar menjadi lebih terfragmentasi, sementara lini tengah harus bekerja ekstra mengimbangi kehilangan kreativitas alami yang biasanya diberikan Saka.
Statistik pertandingan memperlihatkan penurunan persentase penguasaan bola di zona akhir tiga perlawanan, serta penurunan tembakan ke arah gawang dari rata-rata 5,8 menjadi 3,2 per tim. Keberhasilan Arsenal mengamankan hasil imbang 1-1 dalam leg pertama lebih banyak dipengaruhi oleh pertahanan yang disiplin, bukan serangan yang produktif.
Keputusan tidak hanya memengaruhi pertandingan Champions League. Di Premier League, Arsenal dijadwalkan menghadapi Fulham pada pekan ke-35. Menurut prediksi lineup yang dirilis oleh Sports Mole, Saka dan Eberechi Eze diperkirakan kembali ke starting XI, mengingat kebutuhan akan gol dalam perburuan gelar domestik. Namun, keduanya masih berada pada fase transisi pemulihan; Saka masih menyesuaikan intensitas latihan, sementara Eze baru saja mengalami cedera ringan pada laga melawan Newcastle United.
Prediksi susunan awal meliputi: Raya; Mosquera, Saliba, Gabriel, Calafiori; Odegaard, Zubimedi, Rice; Saka, Gyokeres, Eze. Jika Saka kembali, kehadirannya di sisi kanan sayap diperkirakan akan membuka ruang bagi Martinelli dan Gyokeres untuk menyerang secara lebih lepas, sekaligus memberikan opsi umpan silang yang berbahaya ke dalam kotak penalti.
Berbeda dengan situasi sebelumnya, ketika Saka absen karena cedera pada awal musim, Arsenal mengalami penurunan poin signifikan, mencatat rekor terburuk dalam lima laga pertama. Analisis dari data internal klub menunjukkan bahwa setiap kali Saka berada di lapangan, peluang mencetak gol tim meningkat sekitar 18 persen, sementara rata-rata gol kebobolan turun menjadi 0,9 per pertandingan.
Namun, keputusan Arteta untuk menahan Saka di bench pada semifinal bukan sekadar soal kebugaran. Taktik melawan Atletico, tim yang dikenal dengan tekanan tinggi dan transisi cepat, mengharuskan Arsenal menyeimbangkan antara serangan balik dan kontrol lini tengah. Dengan Kai Havertz dan Jurrien Timber absen karena cedera otot, Arteta memilih menekankan kekuatan pertahanan melalui susunan tiga bek dan menahan beban fisik Saka untuk menghindari risiko kambuh.
Para pengamat sepakbola menilai bahwa meskipun Arsenal berhasil mengamankan poin di leg pertama, ketidakhadiran Saka dapat menjadi faktor penentu dalam leg kedua, terutama bila Atletico menekan dengan serangan cepat. Kesiapan Saka untuk kembali pada leg kedua akan menjadi kunci bagi Arsenal dalam upaya merebut tiket final dan sekaligus mempertahankan peluang meraih gelar Premier League.
Ke depan, fokus klub tetap pada pemulihan total pemain kunci, mengingat jadwal padat antara kompetisi domestik dan Eropa. Jika Saka kembali fit dan berperan penuh, Arsenal berpotensi meningkatkan efisiensi serangan serta menambah variasi taktik, yang pada akhirnya dapat mengembalikan dominasi mereka di Inggris dan Eropa.
