PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 19 April 2026 | Pep Guardiola mengaku sangat emosional setelah pengumuman resmi bahwa Bernardo Silva akan meninggalkan Manchester City pada akhir musim 2025/2026. Pelatih asal Spanyol itu menyatakan, “Saat pemain seperti ini pergi, sebagian diri saya ikut pergi,” mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam tidak hanya sebagai taktik, tetapi juga sebagai ikatan pribadi selama sembilan tahun bersama.
Silva, gelandang asal Portugal yang bergabung pada 2017, mencatatkan total
- 451 penampilan
- 76 gol
- 77 assist
- 19 trofi
selama masa baktinya. Kontribusinya meliputi peran serba bisa—dari gelandang menyerang, winger yang menembus, hingga pemain pressing intens dalam sistem Guardiola. Keberagaman peran itulah yang menjadikannya sulit digantikan.
Kepergian Silva diumumkan pada 19 April 2026, tepat sebelum duel krusial melawan Arsenal di Etihad Stadium. Guardiola menegaskan bahwa laga tersebut akan didedikasikan khusus untuk memberi kenangan manis bagi Silva. “Kami ingin menutup musim ini dengan hasil terbaik untuknya, karena dia pantas mendapatkannya,” ujarnya dalam konferensi pers pra‑pertandingan.
Manchester City saat ini berada dalam persaingan ketat untuk meraih gelar Premier League dan FA Cup. Tim sudah mengamankan Carabao Cup musim ini, sehingga dua trofi tersisa menjadi fokus utama. Jika City berhasil menambah satu atau dua gelar lagi, Silva berpeluang menutup kisahnya di Etihad dengan “happy ending” yang diimpikan.
Guardiola menambahkan, “Sulit membayangkan tim tanpa dia. Kontribusinya selama sembilan tahun sangat luar biasa, baik di dalam maupun di luar lapangan.” Ia juga menyinggung bahwa kepergian Silva bukan sekadar pergantian taktik; itu adalah kehilangan figur penting yang telah menemani perjalanan pribadi sang pelatih.
Selain aspek emosional, kepergian Silva menimbulkan tantangan regenerasi dalam skuad. Klub harus mencari pengganti yang mampu menyeimbangkan teknik tinggi, kecerdasan taktik, dan etos kerja yang dimiliki Silva. Kandidat potensial termasuk pemain muda yang sedang berkembang serta beberapa akuisisi baru yang datang pada Januari 2026, seperti Marc Guehi dan Antoine Semenyo.
Namun, fokus utama tetap pada penyelesaian musim. Guardiola menekankan bahwa tim akan tetap berjuang untuk meraih dua trofi terakhir, sambil memberikan penghormatan kepada Silva melalui penampilan maksimal. “Dia pemain spesial dalam hal itu. Semoga kami bisa memberikan yang terbaik bulan ini karena dia pantas mendapatkan yang terbaik,” tambahnya.
Statistik Silva selama sembilan tahun menunjukkan peran krusialnya di laga-laga besar melawan rival seperti Arsenal, Liverpool, dan Chelsea. Penampilannya dalam pertandingan penentu sering menjadi pembeda, baik melalui gol penting maupun assist yang membuka peluang. Keberadaannya dalam pressing tinggi juga membantu City menguasai tempo permainan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Guardiola telah melepas beberapa pemain senior seperti Vincent Kompany, Sergio Aguero, David Silva, dan Fernandinho. Namun, kepergian Bernardo Silva dirasakan berbeda karena ia masih menjadi bagian integral dalam skuad yang sedang berjuang untuk gelar utama.
Jika City berhasil memenangkan Premier League atau FA Cup, kepergian Silva akan tercatat sebagai akhir yang memuaskan bagi salah satu pemain paling sukses di era modern klub. Sebaliknya, kegagalan meraih trofi dapat menambah kesan pahit pada perpisahan yang sudah emosional.
Secara keseluruhan, kepergian Bernardo Silva menandai akhir sebuah era. Guardiola dan rekan-rekan setimnya bertekad menjadikan sisa musim sebagai panggung perpisahan yang layak, sekaligus menegaskan komitmen City untuk tetap bersaing di puncak kompetisi domestik.
