PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 02 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana ambisius pembangunan kota baru khusus bagi buruh pada peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat 1 Mei 2026. Menurutnya, setiap kota baru akan dilengkapi dengan 100 ribu unit rumah susun (rusun) yang ditempatkan berdekatan dengan kawasan industri, sehingga para pekerja dapat tinggal dekat tempat kerja.
Rencana ini muncul sebagai respons atas data yang menunjukkan bahwa sekitar 30 persen pendapatan buruh di Indonesia digunakan untuk membayar sewa rumah. Prabowo menekankan pentingnya mengalihkan beban sewa menjadi kepemilikan properti melalui skema cicilan yang lebih ringan. Pemerintah akan memperpanjang tenor kredit perumahan hingga 40 tahun dengan suku bunga maksimum 5 persen per tahun, sehingga cicilan bulanan menjadi lebih terjangkau.
Berikut poin utama yang diuraikan dalam pidato Presiden:
- Unit per kota: 100.000 rumah susun, dirancang dalam bentuk cluster yang terintegrasi dengan fasilitas umum.
- Fasilitas penunjang: sekolah dasar dan menengah, rumah sakit, pusat olahraga, serta daycare (tempat penitipan anak) untuk mendukung kesejahteraan keluarga pekerja.
- Transportasi: sistem transportasi massal seperti kereta api ringan dan bus akan disiapkan, sekaligus penerbitan kartu khusus bagi buruh yang memungkinkan tarif transportasi sangat ringan atau hampir gratis.
- Pembiayaan: bank-bank milik Republik Indonesia diperintahkan menurunkan suku bunga kredit rumah dari tingkat yang dapat mencapai 70 persen per tahun menjadi maksimum 5 persen.
- Target perumahan nasional: pemerintah telah menyelesaikan sekitar 350 ribu unit rumah tahun ini dan menargetkan total satu juta unit sebelum akhir tahun.
Prabowo menegaskan bahwa kota baru ini tidak sekadar menjadi kawasan pemukiman, melainkan “kota mandiri” dengan ekosistem lengkap. “Kita akan membangun klaster‑klaster yang dekat dengan pabrik, tambang, atau zona industri, sehingga pekerja tidak perlu menempuh perjalanan jauh,” ujarnya. Ia menambahkan, “Dengan adanya fasilitas pendidikan, kesehatan, dan transportasi yang terjangkau, kualitas hidup buruh akan meningkat secara signifikan.”
Dalam rangka mengefektifkan pendanaan, pemerintah akan bekerja sama dengan bank-bank BUMN serta lembaga keuangan non‑bank untuk menyediakan kredit rumah bersubsidi. Selain itu, program kartu transportasi khusus akan dikelola oleh Kementerian Perhubungan, dengan skema subsidi yang dapat menurunkan tarif hingga 80 persen bagi pemegang kartu.
Para pengamat ekonomi menilai bahwa kebijakan ini dapat menstimulasi sektor konstruksi dan properti, sekaligus menggerakkan permintaan domestik. Namun, mereka juga memperingatkan perlunya transparansi dalam alokasi dana dan kontrol kualitas pembangunan, agar tidak menimbulkan masalah struktural di kemudian hari.
Jika berhasil, model kota baru buruh ini dapat dijadikan contoh bagi daerah lain yang menghadapi tekanan serupa pada pasar perumahan. Pemerintah berjanji akan memantau pelaksanaan secara berkala dan menyesuaikan kebijakan sesuai dengan umpan balik dari komunitas buruh.
Secara keseluruhan, rencana Prabowo mencerminkan upaya pemerintah untuk mengatasi ketimpangan akses perumahan, mengurangi beban sewa, serta menyediakan infrastruktur publik yang memadai bagi tenaga kerja produktif. Dengan dukungan kebijakan fiskal dan regulasi yang tepat, inisiatif ini berpotensi menjadi tonggak penting dalam pembangunan sosial‑ekonomi Indonesia.
